Setelah 15 tahun terisolasi, masyarakat Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, akhirnya merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026 bersama Satgas Yonif 713/Satya Tama. Upacara HUT ke-81 RI digelar di wilayah kaki Gunung Cartenz itu setelah prajurit menempuh perjalanan tujuh hari berjalan kaki melalui medan pegunungan.
***
BERINTI.ID, Papua Tengah - Ada daerah yang merayakan kemerdekaan dengan lomba makan kerupuk, panjat pinang, dan panggung hiburan. Ada pula yang harus menunggu 15 tahun untuk sekadar merasakan kembali kehadiran negara.
Ugimba, distrik di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, masuk kategori kedua.
Wilayah yang berada di kaki Gunung Cartenz itu disebut telah terisolasi selama 15 tahun. Di momen hari kemerdekaan Indonesia, warga Ugimba kembali merasakan kehadiran negara melalui Satgas Yonif 713/Satya Tama.
Untuk sampai ke Ugimba, para prajurit tidak tinggal naik kendaraan, turun di depan kantor distrik, lalu memasang spanduk merah putih. Mereka harus berjalan kaki selama tujuh hari melewati medan pegunungan yang ekstrem.
Suhunya pun bukan suhu yang cocok untuk orang yang terbiasa dengan panas Papua. Udara di perjalanan bisa mencapai 4 derajat Celsius.
Setelah sampai, prajurit tidak cuma membawa senjata dan perlengkapan tugas. Mereka juga membawa sembako, pakaian, serta obat-obatan untuk dibagikan kepada masyarakat.
Dengan kata lain, negara datang ke Ugimba bukan hanya membawa pesan keamanan, tetapi juga membawa kebutuhan sehari-hari.
Puncaknya berlangsung pada 17 Agustus 2026. Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI digelar di Distrik Ugimba dan dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, selaku inspektur upacara.
Bagi warga Ugimba, upacara tersebut tentu bukan sekadar agenda tahunan yang biasanya selesai setelah pembacaan doa dan foto bersama.
Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterisolasian, masyarakat akhirnya bisa memperingati kemerdekaan dalam suasana yang lebih aman dan terbuka.
Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Widyastomo menyebut kehadiran prajurit di Ugimba bukan semata-mata untuk menjalankan tugas pengamanan. Kedekatan dengan masyarakat juga menjadi bagian dari misi mereka.
Sebab, keamanan pada akhirnya bukan tujuan yang berdiri sendirian.
Ketika situasi lebih stabil, aktivitas masyarakat bisa bergerak. Pelayanan publik bisa masuk. Program pembangunan pemerintah daerah punya ruang untuk berjalan. Dan warga punya lebih banyak kesempatan untuk menjalani kehidupan sehari-hari tanpa harus merasa bahwa dunia berhenti di balik pegunungan.
Di Ugimba, makna kemerdekaan akhirnya punya bentuk yang cukup sederhana yaitu negara hadir, warga merasa aman, bantuan sampai, dan masa depan mulai terlihat.
Setelah 15 tahun terisolasi, Ugimba akhirnya kembali menatap hari esok.
Setidaknya, kali ini dengan Merah Putih yang berkibar dan harapan yang ikut tumbuh di kaki Gunung Cartenz.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.