Kalau laut lagi baik, dia bisa jadi sahabat. Tapi kalau lagi “mood swing”, ya siap-siap diuji mental. Itu yang mungkin dirasakan 21 nelayan asal Kema, Sulawesi Utara, ketika kapal yang mereka tumpangi, KM Nazila 05, tenggelam di perairan sekitar Pulau Taliabu, Maluku Utara.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Sebanyak 21 nelayan asal Kema, Sulawesi Utara, menjadi korban tenggelamnya KM Nazila 05 di perairan sekitar Pulau Taliabu pada Senin dini hari, 30 Maret 2026.
Puluhan korban itu berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi ke Gorontalo.
Para korban tiba di Gorontalo menggunakan kapal KN SAR 216 pada Selasa, 31 Maret 2026, sekitar pukul 20.00 WITA, setelah sebelumnya ditemukan tim pencarian dan pertolongan di tengah laut.
Kepala Basarnas Gorontalo, Heryanto, mengatakan kapal tersebut awalnya berlayar dari Kema menuju Taliabu.
Namun, dalam perjalanan sekitar pukul 03.30 WIT, kapal mengalami kerusakan akibat cuaca buruk.
"Sekitar pukul 04.00 WIT kapal tenggelam, dan seluruh anak buah kapal menyelamatkan diri menggunakan rakit," kata Heryanto.
Para korban bertahan di laut selama kurang lebih 13 jam sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WITA.
Operasi pencarian dipimpin oleh Kantor SAR Palu dengan dukungan Basarnas Gorontalo. Dukungan tersebut diberikan karena lokasi kejadian lebih dekat dengan wilayah kerja Gorontalo, dengan jarak sekitar 112 mil laut.
Tim SAR Gorontalo mengerahkan KN SAR 216 yang diberangkatkan pada Senin malam pukul 21.00 WITA dan tiba di lokasi pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.30 WIT.
Pelru diketahui, korban ditemukan sekitar 20 mil laut dari titik awal kejadian setelah pencarian dilakukan di sejumlah titik koordinat.
Saat ditemukan, seluruh korban berada di atas rakit dalam kondisi selamat.
Berikut daftar 21 nelayan asal Kema yang menjadi korban dalam insiden tersebut:
"Seluruh korban dalam kondisi sehat setelah dievakuasi. Mereka selanjutnya akan dijemput oleh pihak perusahaan untuk dipulangkan ke Manado, Sulawesi Utara," tutup Heryanto.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.