Saat orang-orang sibuk upacara dan bicara Hari Lahir Pancasila, Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) punya kabar tersendiri, mereka mengklaim sudah tembus 100 ribu anggota.
***
BERINTI.ID, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat ABPEDNAS menyatakan telah mencapai 100 ribu anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Capaian itu diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026 kemarin.
Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama mengatakan pertumbuhan anggota tersebut mencerminkan meningkatnya peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pembangunan desa.
"Ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan semangat pengabdian dan gotong royong dalam membangun desa," kata Indra dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Juni 2026.
Ia menilai momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat pentingnya nilai persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dalam tata kelola pemerintahan desa.
Menurut dia, penguatan peran BPD diperlukan untuk mendorong pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana menyebut organisasi akan terus meningkatkan kapasitas anggota melalui pelatihan dan pendampingan.
Program itu, kata dia, ditujukan untuk mendukung pelaksanaan kebijakan strategis nasional di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Reda Manthovani mengapresiasi konsolidasi internal organisasi yang dinilai berkontribusi pada pertumbuhan keanggotaan.
Ia berharap ABPEDNAS bisa terus menjadi wadah perjuangan anggota BPD di berbagai daerah.
ABPEDNAS juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus, anggota, serta mitra yang terlibat dalam pengembangan organisasi.
Ke depan, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan desa serta mendorong tata kelola yang bersih dari praktik korupsi.
"Perjuangan masih panjang, namun langkah besar telah dimulai," demikian pernyataan resmi DPP ABPEDNAS.
Admin