Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memimpin aksi demonstrasi di Polda Gorontalo dengan ribuan massa aksi. Massa mendesak polisi menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap Adhan terkait kasus pembongkaran eks rumah jawatan Kantor Pos.
***
BERINTI.ID, Gorontalo – Polda Gorontalo mendadak menjadi titik kumpul lautan massa aksi pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Masyarakat dan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo turun ke jalan. Mereka datang membawa dua tuntutan, salah satunya meminta polisi menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Aksi demonstrasi yang dipimpin langsung oleh Adhan Dambea itu bukan sekadar urusan turun ke jalan dan menyampaikan orasi. Ada perkara pembongkaran eks rumah jawatan Kantor Pos yang diduga merupakan bangunan cagar budaya di balik gelombang protes tersebut.
Kasus itu kini menjadi sumber keberatan massa terhadap proses penegakan hukum yang ditangani kepolisian.
Dalam aksi di depan Mapolda Gorontalo, massa menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak penghentian dugaan kriminalisasi terhadap Adhan Dambea terkait pembongkaran eks rumah jawatan Kantor Pos.
Kedua, massa meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum anggota polisi dalam perusakan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gorontalo. Menurut tuntutan massa, hingga aksi berlangsung, belum ada penetapan tersangka dalam perkara tersebut.
Dua tuntutan itu memperlihatkan persoalan yang ingin disorot para demonstran. Mereka meminta proses hukum atas kasus pembongkaran bangunan yang diduga cagar budaya ditinjau dari sudut pandang yang mereka anggap adil, sekaligus mendesak kejelasan penanganan dugaan perusakan kantor Satpol PP.
Dalam orasinya, salah seorang peserta aksi menyatakan massa tidak akan gentar menghadapi kepolisian apabila tuntutan mereka tidak ditanggapi oleh pihak yang berwenang.
Massa secara khusus menyoroti Kapolda Gorontalo dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede. Nama terakhir menjadi perhatian karena menangani penyelidikan kasus pembongkaran eks rumah jawatan tersebut.
Pesan yang ingin disampaikan demonstran cukup jelas. Mereka menghendaki respons langsung dari pimpinan kepolisian, bukan sekadar membiarkan tuntutan berlalu bersama bubarnya kerumunan.
Meski dipadati massa, aksi demonstrasi di depan Mapolda Gorontalo berlangsung damai. Aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama unjuk rasa berlangsung.
Dari aksi ini, Kapolda Gorontalo maupun Dirreskrimsus Polda Gorontalo belum memberikan tanggapan resmi atas dua tuntutan yang disampaikan massa.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.