TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, BPTD Gorontalo Rutin Cek Kelayakan Bus

$detailB['caption'] Salah satu bis yang memuat pemudik di Terminal Isimu telah diuji kelayakannya oleh BPTD Kelas II Gorontalo (Berinti.id/Husnul Puhi)

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Gorontalo mulai memperketat pemeriksaan kelayakan bus penumpang.

***

BERINTI.ID, Gorontalo - Menjelang musim mudik Lebaran, ada satu hal yang jarang dipikirkan pemudik saat membeli tiket bus, yakni seberapa siap sebenarnya kendaraan yang akan membawa mereka pulang ke kampung halaman.

Di Gorontalo, urusan itu menjadi perhatian BPTD Kelas II. Mereka mulai melakukan berbagai persiapan untuk memastikan perjalanan mudik lebaran 2026 lewat jalur darat tetap aman, meskipun sebagian armada bus yang beroperasi ternyata sudah berumur cukup tua.

Kepala BPTD Kelas II Gorontalo, Zulmardi, mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan empat posko pengawasan untuk menghadapi arus mudik tahun ini.

Empat posko tersebut berada di Terminal Dungingi, Terminal Isimu, Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, serta Pelabuhan Penyeberangan Marisa.

"Untuk tahun ini sama seperti tahun lalu, kita siapkan empat posko fisik," kata Zulmardi, dikonfirmasi di Terminal Isimu, Jumat, 13 Maret 2026.

Selain membuka posko, BPTD juga rutin melakukan ramp check, yaitu pemeriksaan kelayakan kendaraan terhadap bus yang akan digunakan mengangkut penumpang mudik.

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar layak jalan sebelum membawa penumpang menempuh perjalanan yang kadang cukup panjang.

Sebenarnya, kata Zulmardi, pengecekan bus bukan hanya dilakukan saat musim mudik. Setiap bus yang keluar dari terminal, baik dari Terminal Isimu maupun Terminal Dungingi, sudah melalui pemeriksaan rutin.

Hasilnya, secara teknis kondisi armada yang beroperasi masih tergolong baik.

Namun ada satu catatan cukup menarik, yaitu sebagian bus yang masih melayani penumpang ternyata sudah berusia cukup lama.

"Ada armada yang usianya sudah sekitar 30 tahun, tapi dari hasil pemeriksaan kendaraan ini masih layak digunakan," ujar Zulmardi menjelaskan.

Meski begitu, Zulmardi menegaskan bahwa selama kondisi teknis kendaraan masih memenuhi standar keselamatan, bus tersebut tetap bisa dioperasikan.

Masalah yang lebih sering muncul justru berkaitan dengan aspek administrasi kendaraan, bukan pada kondisi teknisnya.

Selain jalur darat, BPTD juga ikut mengawasi layanan penyeberangan. Namun, untuk urusan keselamatan pelayaran, tanggung jawab utama berada di tangan KSOP, sementara BPTD fokus pada pengawasan standar pelayanan minimal. 

Secara keseluruhan, Zulmardi memastikan transportasi darat dan penyeberangan di Gorontalo siap menghadapi arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Jika melihat kapasitas yang tersedia, armada yang ada dinilai masih cukup untuk menampung pergerakan pemudik.

Untuk tahun ini sendiri, lonjakan jumlah penumpang diperkirakan tidak terlalu tinggi.

Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih disebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan masyarakat.

"Perkiraan peningkatan angkutan jalan sekitar 5 persen, sementara untuk penyeberangan sekitar 9 sampai 10 persen," tutup Zulmardi.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp