TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Nusantara

ASUS ProArt P14 dan P16 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop Kreator Ini Bisa Jalankan AI Tanpa Internet

$detailB['caption'] ASUS resmi menghadirkan laptop kreator profesional ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia. Mengandalkan superchip NVIDIA RTX Spark™ dengan arsitektur Blackwell, kedua laptop ini dirancang untuk menjalankan kecerdasan buatan (AI) secara lokal dengan resolusi tinggi. (Foto: Dokumentasi ASUS)

ASUS Indonesia meluncurkan laptop kreator profesional ProArt P14 dan P16 yang mampu menjalankan model kecerdasan buatan (AI) secara lokal tanpa koneksi internet. Kedua perangkat ini mengandalkan superchip NVIDIA RTX Spark N1X untuk mendukung pekerjaan kreatif.

***

BERINTI.ID, Jakarta – Kalau laptop biasanya dipakai untuk membuka banyak tab browser sambil sesekali mengedit foto, ASUS punya tawaran yang levelnya sedikit berbeda. 

Lewat ProArt P14 dan P16, ASUS Indonesia memboyong dua laptop kreator profesional yang mengandalkan komputasi AI lokal.

Dua perangkat tersebut adalah ASUS ProArt P14 (H7407BA) dan ASUS ProArt P16 (H7607BA). Keduanya dirancang untuk mendukung pekerjaan kreatif berat, mulai dari pengolahan foto dan video hingga menjalankan model kecerdasan buatan (AI) langsung di perangkat.

ASUS menyebut kemampuan AI lokal sebagai salah satu keunggulan utama kedua laptop ini. Artinya, kreator dapat menjalankan sejumlah model AI tanpa harus selalu mengandalkan koneksi internet. 

Pendekatan tersebut juga memberi keuntungan bagi pengguna yang membutuhkan privasi lebih saat mengolah berkas atau proyek digital.

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan ProArt P14 dan P16 bukan sekadar laptop untuk membuat konten, melainkan perangkat komputasi AI lokal yang dirancang untuk mendukung kebutuhan kreator profesional.

Mengandalkan NVIDIA RTX Spark, Apa yang Bisa Dilakukan?

Dapur pacu kedua laptop ini mengandalkan superchip NVIDIA RTX Spark N1X, yang menggabungkan GPU Blackwell RTX dengan 6.144 core dan CPU Grace 20-core.

ASUS mengklaim kombinasi tersebut mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop pada jalur FP4. Angka ini menjadi salah satu modal perangkat untuk menangani beban kerja berbasis AI yang membutuhkan komputasi tinggi.

Namun, urusan komputasi bukan hanya perkara seberapa kencang chip bekerja. Kapasitas memori juga menentukan seberapa besar model AI yang dapat dijalankan secara lokal.

Karena itu, ASUS membekali ProArt P14 dengan unified memory 64 GB, sedangkan ProArt P16 mendapatkan kapasitas 128 GB.

Dengan dukungan tersebut, pengguna dapat menjalankan model AI generatif seperti ComfyUI Desktop dan Hermes Agent langsung di perangkat. Model AI dan berkas kreatif berukuran besar pun dapat dikelola dalam satu sistem tanpa harus selalu mengandalkan pemrosesan berbasis cloud.

Ekosistem CUDA juga menjadi bagian dari dukungan komputasinya, termasuk untuk pekerjaan kreatif yang berat seperti rendering video 8K menggunakan DaVinci Resolve Studio.

Tentu saja, hasil akhirnya tetap bergantung pada jenis proyek, konfigurasi perangkat lunak, dan kebutuhan pemrosesan masing-masing pengguna. Sebab, spesifikasi tinggi tetap harus bertemu dengan alur kerja yang sesuai agar manfaatnya terasa.

Layar OLED untuk Kreator yang Berurusan dengan Warna

Untuk kreator yang sehari-hari berurusan dengan foto, video, desain, dan produksi visual, layar bukan sekadar tempat melihat hasil pekerjaan. Akurasi warna bisa menentukan apakah hasil yang tampil di layar sesuai dengan kebutuhan produksi.

ASUS membekali kedua laptop ini dengan layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED yang telah tervalidasi PANTONE, memiliki cakupan warna 100 persen DCI-P3, serta refresh rate 120 Hz.

Meski berada dalam keluarga yang sama, keduanya menawarkan spesifikasi layar berbeda.

ProArt P14 menggunakan panel beresolusi 2.8K dengan sertifikasi True Black 1000. Sementara itu, ProArt P16 hadir dengan resolusi UHD+ dan True Black 1400.

Perbedaan tersebut memberi pilihan bagi pengguna yang mempertimbangkan kebutuhan resolusi, mobilitas, dan karakter pekerjaan visual yang mereka jalankan.

Bobot Ringkas, Harga Tetap Kelas Profesional

Membawa kemampuan komputasi besar biasanya identik dengan perangkat yang berat dan merepotkan ketika harus berpindah tempat. ASUS mencoba menjaga aspek mobilitas pada kedua laptop ini.

ProArt P14 memiliki bobot 1,48 kilogram dengan ketebalan 1,39 sentimeter. Adapun ProArt P16 berbobot 1,77 kilogram dengan ketebalan 1,29 sentimeter.

Keduanya juga telah mengantongi sertifikasi ketahanan militer US MIL-STD 810H. Sertifikasi ini menunjukkan perangkat diuji berdasarkan sejumlah prosedur ketahanan tertentu, meski bukan berarti laptop kebal terhadap segala jenis benturan atau kerusakan.

Lalu, berapa harga yang perlu disiapkan untuk membawa pulang salah satunya?

Berikut daftar harga resmi yang diumumkan ASUS Indonesia:

ASUS ProArt P14 (H7407BA): Rp80.999.000.

ASUS ProArt P16 (H7607BA): Rp113.999.000.

Selama masa pre-order hingga 23 Oktober 2026, ASUS menawarkan harga khusus Rp79.999.000 untuk ProArt P14 dan Rp112.999.000 untuk ProArt P16.

Harga promosi ProArt P14 berlaku melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan ASUS Store terpilih. Sementara itu, harga khusus ProArt P16 hanya tersedia melalui ASUS Online Store.

Ada pula bonus ASUS ProArt Mouse (MD301) senilai Rp1.699.000 untuk pembelian melalui ASUS Online Store selama periode pre-order.

Perlu dicatat, periode pre-order yang diumumkan ASUS berakhir pada 23 Oktober 2026. Jadi, per 25 Oktober 2026, calon pembeli perlu mengecek kembali ketersediaan stok dan promo yang masih berlaku melalui kanal penjualan resmi ASUS.

Bisa Dicoba Langsung di Jakarta

Bagi calon pembeli yang ingin melihat perangkatnya secara langsung sebelum memutuskan untuk mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah, ASUS menyediakan kesempatan untuk menjajal jajaran perangkat ProArt di booth ASUS ProArt, Atrium Mall Pondok Indah 2, Jakarta, hingga 25 Oktober 2026.

Untuk perlindungan purnajual, ASUS menyertakan garansi internasional selama tiga tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty selama tiga tahun. Pembeli juga memperoleh akses ke layanan premium, termasuk FastLane dan Laptop Spa.

Dengan spesifikasi yang ditawarkan, ProArt P14 dan P16 memang menyasar segmen kreator profesional yang membutuhkan komputasi AI lokal, kapasitas memori besar, serta kemampuan mengolah konten beresolusi tinggi.

Namun, dengan harga mulai Rp80 jutaan, keduanya jelas bukan laptop yang dibeli hanya karena ingin mencoba fitur AI terbaru. Nilai perangkat ini akan lebih terasa bagi pengguna yang memang membutuhkan kemampuan komputasi tersebut untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp