TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Hulonthalo

Atlet Renang Cilik Gorontalo ini Gemar Koleksi Medali Bersama Muson Swimming Club dan BrilliKids Kindergarten

$detailB['caption'] Haedar Rizki Putra Yasin saat menerima medali dan penghargaan dari kompetisi yang diikutinya (Foto: Dokumen pribadi orang tua Haedar)

Haedar Rizki Putra Yasin, atlet renang cilik berusia lima tahun dari Muson Swimming Club yang bersekolah di Brillikids Kindergarten meraih dua perunggu di Kejurprov Finswimming Gorontalo 2026 setelah mengoleksi empat medali di Manado.

***

BERINTI.ID, Gorontalo – Usianya baru lima tahun. Dunia anak-anak masih lekat dengan bermain dan belajar mengenal banyak hal. Namun, bagi Haedar Rizki Putra Yasin, kolam renang sudah menjadi salah satu tempat untuk belajar tentang keberanian, kedisiplinan, dan kompetisi.

Atlet cilik binaan Muson Swimming Club (MSC) dan Lahilote Swimming Club (LSC) itu berhasil membawa pulang dua medali perunggu dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Finswimming Gorontalo 2026. 

Haedar meraih posisi ketiga pada nomor 50 meter Bi-Fins Putra dan 100 meter Bi-Fins Putra kategori Under 7 Tahun.

Siswa Kindergarten B BrilliKids Kindergarten and Playgroup School tersebut mewakili Pengurus Cabang (Pengcab) POSSI Kabupaten Pohuwato. Prestasi ini menambah catatan perjalanan Haedar dalam menekuni olahraga renang sirip sejak usia dini.

Dua medali perunggu itu memang bukan emas. Namun, bagi seorang atlet berusia lima tahun, pengalaman berdiri di arena kejuaraan, mengikuti arahan pelatih, dan menyelesaikan pertandingan merupakan bagian penting dari proses belajar.

Apalagi, Kejurprov Finswimming Gorontalo 2026 bukan kompetisi pertama yang diikuti Haedar. Sebelumnya, ia sudah membawa pulang empat medali dari sebuah kejuaraan renang di Manado.

Pada 28–30 Agustus 2026, Haedar mengikuti Nusantara Swim Competition 2026 memperebutkan Piala Dankodaeral VIII di Kolam Renang Tirto Sagoro 09, Kairagi Weru, Manado.

Bertanding pada kategori Pemula C, Haedar berhasil meraih satu medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Medali emas diperolehnya pada nomor gaya dada 25 meter Seri 1. Sementara itu, dua medali perak diraih pada nomor gaya dada papan 25 meter Seri 1 dan juara umum gaya dada papan 25 meter.

Adapun medali perunggu diperoleh pada nomor gaya bebas papan 25 meter Seri 1.

Empat medali tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Haedar untuk mengenal suasana kompetisi sekaligus mengasah kemampuan renangnya.

Jika dihitung dari dua kejuaraan tersebut, Haedar telah mengoleksi enam medali. Catatan ini menjadi bagian dari perjalanan awalnya dalam olahraga renang, yang masih membutuhkan banyak kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Pelatih Muson Bau, yang membina Lahilote Swimming Club dan Muson Swimming Club, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian Haedar.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan atlet, khususnya pada usia dini, tidak semestinya hanya diukur dari jumlah medali yang dibawa pulang.

"Kami tentu bersyukur dengan hasil yang diraih oleh Haedar. Tetapi bagi kami sebagai pelatih, medali bukan satu-satunya ukuran. Yang penting adalah dia berani bertanding, mampu mengikuti arahan, disiplin dalam latihan, dan terus menunjukkan perkembangan," ujar Muson.

Menurut dia, proses pembinaan perlu berjalan seiring dengan perkembangan usia dan kemampuan anak. Pengalaman bertanding diharapkan membantu Haedar semakin mengenal olahraga renang sekaligus membangun kepercayaan dirinya.

Kebanggaan atas prestasi anak tentu menjadi hal yang wajar bagi orang tua. Begitu pula yang dirasakan Hendra Yasin, orang tua Haedar, setelah putranya meraih dua medali perunggu di tingkat provinsi.

Hendra menilai bahwa olahraga seharusnya tidak berhenti pada urusan menang atau kalah. Ada nilai lain yang perlu tumbuh bersama kemampuan anak di kolam renang.

"Sebagai orang tua, tentu kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian anak-anak. Namun, bagi kami, yang paling penting bukan hanya medali, melainkan bagaimana mereka belajar disiplin, berani menghadapi tantangan, menghargai orang lain, dan tetap menikmati prosesnya," kata Hendra. 

Ia menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas. Aktivitas olahraga perlu berjalan seimbang dengan kegiatan sekolah, kesehatan, pembentukan karakter, waktu istirahat, dan kesempatan bermain.

"Anak-anak itu tidak seharusnya dibebani tuntutan untuk selalu menang. Dukungan keluarga justru diperlukan agar mereka bisa menjalani kegiatan olahraga dengan gembira tanpa kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak," tutup Hendra. 

Dua medali perunggu dari Kejurprov Finswimming Gorontalo 2026 dan empat medali dari Nusantara Swim Competition 2026 menjadi bagian dari perjalanan Haedar Rizki Putra Yasin dalam olahraga renang.

Di usianya yang baru lima tahun, capaian tersebut patut disyukuri. Namun, ada hal yang tidak kalah penting dari deretan medali itu, yakni kesempatan untuk belajar, membangun kedisiplinan, mengenal sportivitas, dan menikmati proses latihan.

Bagi Haedar, enam medali itu bukan akhir cerita. Justru, semuanya menjadi bagian kecil dari perjalanan yang masih panjang.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp