Pelaku usaha pesantren, UMKM dan kelompok tani binaan BI Gorontalo ambil bagian dalam Bazar Ramadan 2026 yang digelar oleh KPwBI Gorontalo. Kegiatan ini menjadi ajang promosi produk syariah dan pangan organik sekaligus upaya mendorong penguatan ekonomi lokal selama Ramadan.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Ramadan di Gorontalo bukan cuma soal takjil dan jadwal imsak. Ada juga agenda tahunan yang makin serius digarap, yaitu Bazar Ramadan.
Tahun ini, KPwBI Gorontalo kembali bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) menggelar Opening Ceremony Bazar Ramadan 2026.
Misinya tidak tanggung-tanggung, memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di daerah, sekaligus mendorong UMKM dan kemandirian ekonomi pesantren.
Acara pembukaan yang berlangsung di Galeri Olaku, Senin, 23 Februari 2026 itu dibuka langsung oleh Gubernur Gorontalo dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari Kanwil Kemenag, OPD terkait, KDEKS, HEBITREN, hingga Kepala Perwakilan BI Gorontalo.
Bazar yang berlangsung sejak 19 Februari hingga 15 Maret 2026 ini menghadirkan 175 UMKM, ditambah produk dari pondok pesantren dan kelompok tani mitra BI.
Isinya pun beragam. Mulai dari olahan pangan, kerajinan, fesyen, hingga produk pangan organik. Semuanya dibingkai dalam semangat penguatan rantai nilai halal dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Bukan cuma jualan, bazar ini juga jadi ruang belajar. Ada talkshow interaktif tentang pengembangan UMKM, ekonomi keuangan digital, hingga pelindungan konsumen.
Gerakan Sadar ZISWAF juga ikut digaungkan, lengkap dengan lomba-lomba bertema UMKM dan ekonomi syariah.
Jadi selain belanja, pengunjung bisa sekalian upgrade literasi ekonomi.
Menariknya lagi, tahun ini bazar dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM). Produk pangan organik hasil binaan UMKM, kelompok tani, dan pesantren ikut ditampilkan.
Inovasi tersebut diharapkan tak hanya meramaikan bazar, tapi juga membantu pengendalian inflasi dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Ini sejalan dengan target swasembada pangan yang kerap digaungkan pemerintah.
Perlu diketahui, Bazar Ramadan ini sudah berjalan tiga tahun terakhir dan makin konsisten dijadikan momentum penggerak ekonomi.
Apalagi, Gorontalo mencatat pertumbuhan ekonomi positif sebesar 6,12 persen (year on year) pada Triwulan IV 2025.
Artinya, Ramadan bukan cuma musim belanja. Di Gorontalo bisa juga dijadikan panggung untuk membuktikan bahwa UMKM, pesantren, dan ekonomi syariah bisa tumbuh bareng.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.