TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Begini Klarifikasi Lengkap AKP Atmal Fauzi soal Tuduhan Pelecehan Seksual yang Menyeret Namanya di Medsos

$detailB['caption'] AKP Atmal Fauzi saat memberikan klarifikasi lengkap terkait dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya di media sosial (Berinti.id/Husnul Puhi)

AKP Atmal Fauzi, seorang polisi yang dikenal sebagai pendakwah di Gorontalo, akhirnya buka suara terkait namanya yang diduga terseret dalam kasus dugaan pelecehan seksual. Kabag Ops Polres Bone Bolango itu menyampaikan klarifikasi lengkap mengenai persoalan tersebut.

***

BERINTI.ID, Gorontalo - Nama AKP Atmal Fauzi belakangan ini mendadak ramai disebut. Bukan karena ceramahnya yang kerap beredar dari masjid ke masjid, melainkan karena tudingan pelecehan seksual yang menyeret namanya di media sosial. 

Tuduhan itu muncul lewat sebuah unggahan akun Instagram @gtlo.karlota dan cepat menyebar, memantik beragam tafsir di ruang publik Gorontalo.

Tak mau membiarkan ceritanya digiring sepihak, Kabag Ops Polres Bone Bolango itu akhirnya angkat bicara. 

Dengan nada tenang, Atmal menyampaikan versi lengkap peristiwa yang menurutnya justru berangkat dari niat membantu.

Menurut Atmal, kisah ini bermula pada Maret 2024. Seorang perempuan berinisial FD datang kepadanya, mengaku sebagai korban pelecehan seksual oleh seorang pelatih kebugaran di tempat fitness yang ia datangi. 

Sebagai anggota polisi, sekaligus manusia biasa, Atmal mengaku tergerak untuk mendengarkan dan membantu secara hukum.

Namun, cerita itu kemudian berubah arah. Seiring berjalannya waktu, Atmal mengaku justru diminta oleh FD untuk ikut memeras pelatih fitness yang dilaporkan tersebut. Permintaan itu, kata Atmal, ia tolak mentah-mentah.

"Karena kami tidak mau mengikuti irama yang diinginkan oleh wanita ini, mulai muncul pesan-pesan yang janggal. Bahkan ada pesan tertentu yang dihapus. Dari situ kami mulai sadar, ada sesuatu yang menjebak," ungkap Atmal saat dikonfirmasi di Polda Gorontalo, Kamis, 8 Januari 2026.

Atmal juga mengungkap bahwa FD beberapa kali meminta bantuan uang. Alasannya beragam, mulai dari ingin pindah tempat fitness agar menjauh dari pelatih yang dituduh melecehkannya, hingga rencana liburan bersama suami menjelang Lebaran. 

Salah satu permintaan itu, kata Atmal, dipenuhi.

"Uang itu bukan saya kirim tanpa alasan. Dia yang meminta. Bahkan transfernya dilakukan oleh istri saya. Ada bukti transfer semuanya," tuturnya mengklarifikasi. 

Jumlah uang yang dikirim disebut sekitar Rp10 juta. 

Atmal menegaskan, pemberian itu sama sekali bukan karena hubungan personal, apalagi ketertarikan. Ia mengaku tersentuh karena FD sempat menyampaikan pesan bernada putus asa, bahkan mengancam akan mengakhiri hidup.

"Dia bilang sudah tidak ada yang peduli. Di situ sebagai manusia saya tergerak," ucapnya singkat.

Namun setelah itu, Atmal mengaku mulai menjaga jarak. Ia merasa komunikasi dengan FD mengarah ke sesuatu yang tidak sehat. 

Apalagi, menurutnya, muncul sikap cemburu dari FD ketika Atmal mengunggah foto bersama istrinya di media sosial.

"Kami sudah menjauh hampir tujuh bulan, dari Maret sampai Desember 2024. Tapi masih ada telepon, masih ada pesan bernada cemburu. Bahkan saya diminta jangan pasang foto dengan istri," tutur Atmal menjelaskan. 

Atmal menegaskan, ia tidak pernah menjanjikan apa pun kepada FD, apalagi soal pernikahan. 

Menurutnya, permintaan-permintaan tersebut justru makin menguatkan dugaan bahwa dirinya sedang dijebak.
Situasi memuncak ketika FD melaporkan Atmal ke Bid Propam Polda Gorontalo pada Desember 2024. 

Laporan itu, kata Atmal, dipicu karena ia dianggap melanggar kesepakatan versi FD, salah satunya soal unggahan foto bersama istri.

"Saya diminta tidak unggah foto dengan istri, bahkan saya diminta menceraikan istri. Sampai kapan saya harus hidup dalam tekanan seperti ini?" katanya.

Selain itu, Atmal menyebut dirinya telah menjalani pemeriksaan Paminal Polda Gorontalo selama sekitar empat bulan. 

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ia mengklaim tidak ditemukan pelanggaran disiplin ataupun pidana dari tudingan yang dilaporkan.

Ia juga menyebut adanya temuan lain dari hasil pemeriksaan, termasuk dugaan unsur pemerasan dengan nilai yang disebut mencapai ratusan juta rupiah, serta catatan medis terkait kondisi kejiwaan pelapor. 

Namun, Atmal menekankan bahwa semua itu sudah berada dalam ranah aparat penegak hukum.

"Dari hasil pemeriksaan Paminal, disimpulkan tidak ada kesalahan dari saya. Ada fakta-fakta baru yang menunjukkan unsur cemburu dan tekanan dari wanita itu," ujarnya.

Kini, Atmal berharap polemik ini tidak lagi dipelintir di ruang publik. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada institusi dan meminta masyarakat menunggu hasil resmi, bukan menghakimi lewat potongan cerita di media sosial.

"Saya ini hanya ingin hidup biasa-biasa saja, mengabdi, bekerja, dan menjaga keluarga saya," tandasnya.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp