Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar penyuluhan hukum bagi siswa SDN 9 Randangan, Kabupaten Pohuwato. Edukasi itu diberikan untuk mengenalkan hukum sejak usia dini agar anak-anak memahami hak, kewajiban, serta terhindar dari kenakalan remaja dan perilaku yang melanggar hukum.
***
BERINTI.ID, Pohuwato - Penyuluhan hukum sering kali identik dengan ruangan penuh orang dewasa, pasal-pasal, dan bahasa yang bikin dahi berkerut.
Tapi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) memilih jalur yang berbeda. Mereka justru datang ke sekolah dasar, mengajak anak-anak memahami hal-hal sederhana yang bisa menyelamatkan mereka dari kebiasaan buruk sejak dini.
Bertempat di SDN 9 Randangan, Kabupaten Pohuwato, Rabu, 22 Juli 026, para dosen UMGO menggelar penyuluhan hukum sebagai bagian dari Program Kerja Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah.
Tema yang diusung cukup panjang, tetapi pesannya sederhana, yaitu mencegah kenakalan anak lewat kerja sama orang tua, sekolah, dan lingkungan.
Ketua Program Studi Ilmu Hukum UMGO, Ismet Hadi, menjelaskan bahwa penyuluhan ini bukan untuk menakut-nakuti anak dengan ancaman hukuman. Tujuannya justru memberi pemahaman sejak dini bahwa setiap perilaku buruk selalu membawa konsekuensi.
"Ini untuk mencegah kenakalan remaja kepada anak didik terutama anak-anak SD ini, agar memahami bahwa kenakalan remaja itu akan berdampak buruk untuk dirinya sendiri," kata Ismet.
Supaya materi tidak terasa seperti pelajaran tambahan yang membosankan, penyuluhan dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
Mereka dikenalkan pada berbagai perilaku berisiko yang sering dianggap sepele, tetapi bisa berdampak besar jika dibiarkan.
Ismet menjelaskan, salah satu materi yang diberikan adalah mengenali perilaku berisiko seperti bullying, merokok, bolos sekolah, hingga pergaulan yang tidak sehat.
"Kebiasaan-kebiasaan tersebut bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa menyakiti orang lain," tutur Ismet
Selain itu, anak-anak juga diajak membangun karakter positif melalui kebiasaan sehari-hari. Mulai dari bersikap jujur, disiplin, sopan santun, bertanggung jawab, hingga belajar menghargai orang lain.
Bagi UMGO, membentuk karakter anak tidak bisa dibebankan kepada sekolah saja. Orang tua dan lingkungan sekitar juga punya peran yang sama pentingnya.
Karena itu, penyuluhan ini turut menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aman, dan berprestasi.
Dengan pendekatan seperti ini, penyuluhan hukum tak lagi terdengar menakutkan. Sebaliknya, ia menjadi pengingat bahwa mencegah kenakalan anak jauh lebih mudah dilakukan sejak bangku sekolah dasar daripada menyesal ketika mereka sudah terlanjur tumbuh dengan kebiasaan yang salah.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.