Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) membekali mahasiswa dengan pemahaman etika profesi, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebelum menjalani Magang Berdampak 2026 pada 15–16 Oktober di kampus UMGO.
***
BERINTI.ID, Gorontalo — Memahami hukum dari buku dan menghadapinya dalam praktik adalah dua perkara yang berbeda. Mahasiswa hukum perlu lebih dari sekadar hafal pasal. Ada etika profesi, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang juga harus dibawa ketika berhadapan dengan dunia kerja.
Hal itulah yang menjadi bekal Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial, UMGO, melalui Pembekalan Magang Berdampak 2026 yang digelar pada 15–16 Oktober 2026 di Ruang Peradilan Semu UMGO.
Mengusung tema “Membangun Kompetensi, Integritas, dan Profesionalisme Mahasiswa Hukum melalui Magang Berdampak”, kegiatan ini menjadi tahap persiapan sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi magang masing-masing.
Ketua Lembaga Pendidikan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UMGO, Lia Nurhayati, membuka kegiatan tersebut mewakili Rektor UMGO.
Dalam sambutannya, Lia menekankan bahwa magang bukan sekadar agenda akademik untuk melengkapi perjalanan mahasiswa menuju kelulusan. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang untuk mengasah soft skill, memahami etika profesi, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja di bidang hukum.
Sebab, memahami teori hukum di ruang kuliah tentu penting. Namun, ketika berhadapan dengan situasi nyata di lapangan, mahasiswa juga dituntut mampu bersikap profesional dan bertanggung jawab.
Selain itu, Ketua Program Studi Ilmu Hukum UMGO, Ismet Hadi, menjelaskan bahwa Magang Berdampak merupakan bentuk sinergi strategis antara program studi dan berbagai mitra penegak hukum serta instansi terkait.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konsep dan teori yang dipelajari di kelas. Mereka juga perlu mengetahui bagaimana pengetahuan hukum diterapkan dalam praktik.
Dengan kata lain, ruang kuliah menjadi tempat membangun fondasi, sementara lokasi magang menjadi ruang untuk menguji kesiapan menghadapi persoalan nyata.
Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Sosial UMGO, Apris A. Tilome, serta jajaran dosen Program Studi Ilmu Hukum, termasuk Salahudin Pakaya, yang juga menjabat Wakil Rektor II UMGO.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan memahami budaya kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika profesi sebelum menjalani magang.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.