Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo, Heriyanto membantah kabar yang menyebut 11 wisatawan asing yang hilang kontak di laut telah ditemukan. Hingga kini, tim SAR Gorontalo memastikan informasi tersebut tidak benar dan operasi pencarian terhadap para wisatawan beserta dua anak buah kapal masih sementara dikoordinasikan.
***
BERINTI.ID, Gorontalo – Di tengah kepanikan soal hilangnya kontak sebuah speed boat yang mengangkut 11 wisatawan asing di perairan Gorontalo, muncul kabar yang sempat bikin lega: kapal itu disebut sudah ditemukan dan ditarik kapal nelayan.
Masalahnya, kabar itu ternyata tidak benar atau hoaks.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Gorontalo, Heriyanto, menegaskan informasi yang beredar tersebut adalah kabar keliru.
Hingga Jumat, 24 Juli 2026, tim SAR Gorontalo belum menerima kepastian mengenai keberadaan kapal maupun seluruh penumpangnya.
"Tidak benar bahwa kapal tersebut sudah ditemukan. Saat ini kami masih berkoordinasi," kata Heriyanto saat dikonfirmasi di Kantor SAR Gorontalo.
Menurut Heriyanto, informasi yang sempat menyebut kapal telah ditarik nelayan awalnya diterima dari SROP. Namun setelah dilakukan pengecekan, kabar tersebut dipastikan tidak sesuai fakta.
Artinya, sampai sekarang nasib 11 wisatawan asing bersama dua anak buah kapal (ABK) masih belum diketahui.
Tim SAR pun masih mengumpulkan informasi sambil berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempersempit lokasi pencarian.
Heriyanto menjelaskan, laporan hilang kontak diterima sekitar pukul 15.40 Wita. Berdasarkan perkiraan, saat komunikasi terputus kapal telah menempuh sekitar 20 mil laut dari Kabupaten Tojo Una-Una menuju Marisa.
"Jika dihitung dari Marisa, posisi hilang kontak diperkirakan masih berjarak sekitar 40 mil laut," jelas Heriyanto.
Soal identitas penumpang, Heriyanto mengatakan seluruh penumpang yang tercantum dalam manifes merupakan warga negara asing. Namun hingga kini pihak SAR Gorontalo belum memperoleh informasi mengenai asal negara mereka.
"Kami sudah menerima nama-nama penumpang dari data manifes, tetapi negara asal mereka masih belum diketahui," ujarnya.
Sementara itu, operasi pencarian direncanakan besok pagi, Sabtu, 25 Juli 2026 dengan melibatkan unsur SAR dan instansi terkait.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan maupun simpang siur di tengah proses pencarian.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.