TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Bertengkar dengan Istri, Seorang Ayah di Gorontalo Jadikan Buah Hatinya sebagai Pelampiasan

$detailB['caption'] Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Pol Ade Permana saat menjelaskan terkait kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah kandungnya (Berinti.id/Husnul Puhi)

Kalau konflik rumah tangga punya jalan keluar yang sehat, mungkin kabar ini tak pernah ada. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya, seorang anak berusia tiga tahun di Gorontalo harus menanggung akibat pertengkaran orang tuanya dengan tubuhnya sendiri.

***

BERINTI.ID, Gorontalo - Seorang bocah yang bahkan belum paham arti konflik dan dendam, dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri. 

Bukan karena si anak berbuat salah, melainkan karena sang ayah sedang berselisih paham dengan istrinya.

Kepolisian menyebut, kekerasan itu dilakukan sebagai cara sang ayah untuk memanggil pulang istrinya yang meninggalkan rumah akibat konflik rumah tangga. 

Cara yang keliru, brutal, dan dalam bahasa paling sederhana tak masuk akal.

Dirkrimun Polda Gorontalo, Kombes Pol Ade Permana, mengungkapkan kasus ini terungkap setelah paman korban melapor ke polisi. 

Laporan itu bukan datang begitu saja, melainkan didahului oleh panggilan darurat dari ibu korban yang berada di luar daerah.

"Paman korban menerima telepon dari ibu korban yang meminta bantuan untuk melaporkan suaminya. Saat itu ibu korban sedang melakukan panggilan video dengan pelaku," kata Ade saat ditemui, Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam panggilan video itu, yang terlihat bukan permohonan maaf atau upaya damai. Yang tampak justru wajah seorang anak tiga tahun dengan mulut berlumuran darah, latar belakang paling kejam dari sebuah konflik rumah tangga.

Pasangan tersebut diketahui memiliki dua anak. Pertama berusia tiga tahun menjadi korban penganiayaan, sementara anak kedua yang masih berusia satu tahun tidak mengalami kekerasan.

Menurut Ade, beberapa hari sebelum kejadian, ibu korban meninggalkan rumah dan pergi ke luar daerah karena pertengkaran yang terus berulang. 

Sang ayah lalu menghubungi istrinya melalui video call, berharap istrinya kembali.

"Tapi yang ditunjukkan justru anaknya yang sudah dianiaya. Motifnya agar istrinya pulang ke rumah," ujar Ade.

Logika pelaku ini sederhana sekaligus mengerikan, menyakiti anak sebagai alat tekan emosional. Seolah-olah seorang bocah adalah pesan berjalan dalam konflik orang dewasa.

Kasus ini kini ditangani Polda Gorontalo. Polisi sementara melakukan penyelidikan lebih lanjut dan direncanakan akan dinaikkan ke penyidikan serta penetapan tersangka.

 

Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp