Bank Indonesia (BI) Gorontalo lagi-lagi mendorong para pelaku UMKM naik kelas melalui Bazar Ramadan 2026. Tak hanya itu, bahkan para petani organik ikut unjuk gigi dalam program tersebut.
**
BERINTI.ID, Gorontalo - Kalau Ramadan identik dengan takjil dan diskon, di Gorontalo ada satu lagi yang tak kalah ramai, yaitu bazar.
Tahun ini, Bazar Ramadan 2026 yang digelar di Galeri Olaku milik KPwBI Gorontalo benar-benar penuh sesak. Bukan oleh pembeli saja, tapi pelaku usaha juga. Totalnya ada 288 yang terlibat.
Kepala KPwBI Gorontalo, Bambang Setya Permana, menyebutkan sebanyak 175 UMKM resmi ambil bagian. Di luar itu, ada sekitar 113 produk makanan dan minuman milik masyarakat yang “dititipkan” untuk ikut meramaikan.
"Jadi Bazar Ramadan kali ini diikuti oleh sekitar 175 UMKM dan juga ada masyarakat yang nitip, itu ada sekitar 113. Jadi totalnya ada 288 yang terlibat," ungkap Bambang usai peresmian Bazar Ramadan di Galeri Olaku, Senin, 23 Februari 2026.
Bedanya dengan tahun lalu? Tahun ini bukan cuma kue kering ataupun minuman manis yang mejeng. Ada juga produk pertanian organik. Mulai dari hasil pesantren, hingga kelompok tani binaan BI Gorontalo.
Pesannya cukup ambisius, pertanian organik bukan sekadar tren sehat-sehatan, tapi strategi ekonomi.
Menurut Bambang, model ini diklaim mampu meningkatkan produktivitas lebih dari 50 persen dibanding pertanian konvensional, sekaligus mendorong ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Petani pun didorong lebih mandiri, termasuk dalam pengelolaan pupuk, agar tidak terus bergantung pada pupuk buatan.
Galeri Olaku sendiri, kata Bambang, sejak awal memang dirancang sebagai UMKM Center. Bukan cuma tempat pajang produk, tapi juga ruang “naik kelas” bagi pelaku usaha.
Di sana, UMKM dibina untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, biar tidak sekadar ramai saat bazar, tapi juga tahan banting setelahnya.
BI Gorontalo menyadari, UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian, baik nasional maupun daerah.
"Karena itu, kami berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Dekranasda, hingga Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk mendorong pengembangan UMKM, termasuk usaha berbasis syariah," tutup Bambang.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.