Selama ini banyak orang mengira wakaf adalah urusan mereka yang sudah punya tanah, bangunan, atau aset bernilai besar. Akibatnya, tak sedikit yang memilih menunda berwakaf sambil menunggu kondisi ekonomi lebih mapan. Melalui pemanfaatan aplikasi digital, BI Gorontalo mencoba mengubah anggapan tersebut dengan membuka akses wakaf yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat.
***
BERINTI.ID, Gorontalo – KPwBI Provinsi Gorontalo mendorong perluasan partisipasi masyarakat dalam wakaf melalui pemanfaatan platform digital.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengubah persepsi bahwa wakaf hanya dapat dilakukan oleh kalangan yang memiliki aset bernilai besar seperti tanah atau bangunan.
Pesan itu disampaikan dalam talkshow bertajuk “Halal Itu Lifestyle, Wakaf Itu Legacy” yang digelar KPwBI Provinsi Gorontalo di Taman Budaya Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu, 20 Juni 2026.
Kepala Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Bone Bolango, Darwin Botutihe, mengatakan perkembangan teknologi telah membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan wakaf.
"Wakaf saat ini bisa dilakukan dengan lebih mudah. Tidak harus dalam bentuk tanah atau rumah. Melalui aplikasi, masyarakat bisa mulai berwakaf sesuai kemampuan dan kesempatan yang dimiliki," kata Darwin.
Menurut dia, anggapan bahwa wakaf hanya diperuntukkan bagi masyarakat berkecukupan perlu diluruskan.
Di era digital, masyarakat dapat menjadi wakif tanpa harus menunggu memiliki aset bernilai besar.
Darwin menjelaskan, wakaf tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara produktif.
Dana wakaf yang dihimpun dapat dikembangkan melalui berbagai usaha yang menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Salah satu model yang saat ini dikembangkan adalah wakaf produktif, yakni pengelolaan dana wakaf untuk mendukung kegiatan usaha yang menghasilkan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
Di Gorontalo, konsep tersebut mulai diterapkan melalui sejumlah unit usaha, seperti barbershop dan depot air minum.
Hasil usaha itu kemudian digunakan kembali untuk mendukung program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Bank Indonesia, Badan Wakaf Indonesia, dan Kementerian Agama melalui Gerakan TAWAF (Gorontalo Berwakaf).
Darwin menegaskan bahwa wakaf memiliki karakteristik yang berbeda dengan sedekah maupun infak karena memiliki ikrar dan tujuan pemanfaatan yang telah ditetapkan sejak awal.
"Wakaf memiliki ikrar dan tujuan pemanfaatan yang jelas. Karena itu pengelolaannya harus sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan oleh wakif," kata Darwin menjelaskan.
Literasi Wakaf Masih Rendah
Asisten Analis FPPUKIS KPwBI Provinsi Gorontalo, Citra, mengatakan tantangan utama dalam pengembangan wakaf produktif saat ini masih berkaitan dengan rendahnya tingkat literasi masyarakat.
Menurut dia, masih banyak masyarakat yang menyamakan wakaf dengan donasi biasa, padahal keduanya memiliki konsep dan mekanisme yang berbeda.
"Karena pemahaman masyarakat tentang wakaf masih terbatas, pengumpulan dana wakaf belum mencapai target yang ditetapkan. Padahal dana yang terkumpul sangat menentukan realisasi program-program wakaf produktif," tutur Citra.
Citra menjelaskan, Gerakan TAWAF telah berjalan sejak tahun lalu melalui peluncuran program wakaf produktif untuk pengembangan barbershop dan depot air minum di Masjid Al Munawaroh.
Namun, sejumlah program masih memerlukan tambahan pendanaan, terutama untuk renovasi fasilitas dan modernisasi peralatan guna meningkatkan manfaat ekonomi yang dihasilkan.
Hingga saat ini, dana wakaf yang berhasil dihimpun melalui Gerakan TAWAF mencapai sekitar Rp41 juta.
Menurut Citra, masyarakat dapat memantau perkembangan penghimpunan dana tersebut melalui aplikasi Satu Wakaf Indonesia yang menyediakan informasi mengenai jumlah dana yang terkumpul, nama wakif, serta perkembangan realisasi program.
"Program yang dapat dipilih masyarakat di aplikasi tersebut adalah Wakaf Produktif Barbershop dan Depot Air Minum Masjid Al Munawaroh. Di sana tercantum jumlah dana yang telah terkumpul, nama para wakif, serta status realisasi program secara terbuka," imbuhnya.
Melalui digitalisasi wakaf, BI Gorontalo bersama para mitra berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga dapat mendukung lahirnya lebih banyak usaha produktif yang memberikan manfaat sosial sekaligus memperkuat ekonomi umat.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.