TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Hulonthalo

BMKG Ungkap Kondisi Udara Gorontalo, Asap Karhutla Masih Jadi Ancaman

$detailB['caption'] Hasil prakiraan kualitas udara, Selasa, 13 Oktober 2026 yang dibuat oleh Stasiun GAW Palu dan disebarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo (istimewa)

BMKG menyebut kualitas udara di Gorontalo berada pada kategori sedang hingga tidak sehat akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik dari kebakaran lokal maupun kiriman dari daerah lain.

***

BERINTI.ID, Gorontalo – Langit Gorontalo boleh terlihat cerah hingga cerah berawan. Namun, jangan buru-buru menganggap udara yang dihirup juga baik-baik saja. 

Di balik cuaca yang tampak bersahabat, kualitas udara di Gorontalo justru berada pada kategori sedang hingga tidak sehat akibat asap Karhutla. 

Asap yang menyelimuti wilayah Gorontalo bukan semata-mata urusan kebakaran di sekitar rumah sendiri. Sebagian asap juga datang dari daerah lain. Berdasarkan data satelit mengenai sebaran asap, wilayah Gorontalo menerima kiriman asap dari Kalimantan, pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Analis Ahli Bidang Meteorologi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Arimi Pratiwi Gani, menjelaskan bahwa meskipun pada Senin tidak terpantau kiriman asap, titik panas atau hotspot masih terdeteksi di sejumlah lokasi.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kualitas udara di Gorontalo. Indikasinya juga terlihat dari pemantauan karbon monoksida yang dilakukan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri di Palu.

Dengan kata lain, langit yang cerah tidak selalu menjadi jaminan bahwa udara aman untuk dihirup. Apalagi, asap karhutla dapat terbawa angin melintasi wilayah yang jaraknya jauh dari sumber kebakaran.

Saat ini, pergerakan angin di wilayah Gorontalo didominasi dari arah timur. Kondisi cuaca pada Selasa, 13 Oktober 2026 diperkirakan masih cerah hingga cerah berawan.

Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai udara kabur akibat asap karhutla, baik yang berasal dari kebakaran lokal maupun kiriman dari Papua.

Prediksi sebaran PM2,5 yang diterbitkan Stasiun GAW Palu juga menunjukkan kualitas udara Gorontalo berada pada tingkat sedang hingga tidak sehat.

PM2,5 merupakan partikel polutan berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang sangat halus membuat partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Sebagian partikel bahkan dapat menembus hingga ke aliran darah.

Sumber PM2,5 tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan. Pembakaran biomassa, emisi kendaraan diesel, serta aktivitas industri juga dapat menyumbang polusi partikel halus tersebut.

Masalahnya, paparan PM2,5 dalam jangka panjang berisiko meningkatkan gangguan kesehatan serius, termasuk penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru kronis.

Di tengah kondisi kualitas udara Gorontalo yang belum sepenuhnya aman, masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan.

Mengurangi aktivitas di luar saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus ketika harus keluar rumah, serta memantau informasi kualitas udara dan perkembangan cuaca menjadi beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung, perlu mendapat perhatian lebih.

Pemerintah daerah juga diharapkan mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap, termasuk memperkuat pemantauan kualitas udara dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Sebab, persoalan kabut asap bukan cuma soal jarak pandang yang berkurang atau langit yang tampak kusam. Ada kualitas udara yang ikut dipertaruhkan, termasuk kesehatan masyarakat yang setiap hari menghirupnya.

Jadi, meski Gorontalo masih berpeluang menikmati cuaca cerah, bukan berarti masyarakat bisa mengabaikan peringatan kualitas udara. Langit mungkin tampak baik-baik saja, tetapi kondisi udara tetap perlu diperiksa.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp