Momen Ramadan 2026, Baznas Provinsi Gorontalo bersama Gramedia Grup membagikan ratusan mushaf al-quran kepada warga binaan Lapas Gorontalo. Ini untuk membuka lembaran baru bagi para warga binaan yang sedang menjalani pembinaan di balik jeruji besi.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Ramadan sering dianggap sebagai bulan yang tepat untuk memperbaiki diri. Bagi sebagian orang, itu berarti lebih rajin ke masjid, memperbanyak sedekah, atau sekadar berusaha lebih sabar.
Tapi bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik tembok lembaga pemasyarakatan (Lapas), Ramadan juga bisa menjadi momen untuk memulai sesuatu yang baru, termasuk belajar lebih dekat dengan Al-Quran.
Itulah yang coba dilakukan Baznas Provinsi Gorontalo bersama Gramedia Group dengan menyalurkan mushaf Al-Quran ke Lapas Kelas IIA Gorontalo.
Perwakilan Baznas Provinsi Gorontalo, Hasan T Aja, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kerja sama antara Baznas dan Gramedia Group yang kemudian berkembang menjadi program penyaluran mushaf Al-Quran ke berbagai tempat, termasuk lembaga pemasyarakatan.
Menurut Hasan, lapas dipilih bukan tanpa alasan. Bagi Baznas, warga binaan juga membutuhkan ruang untuk mendapatkan pencerahan, baik melalui dakwah maupun pembinaan spiritual.
"Harapannya setelah mereka keluar dari sini sudah punya bekal, entah itu kemampuan membaca Al-Quran atau akhlak yang lebih baik," kata Hasan.
Hasan percaya, kebiasaan membaca Al-Quran bisa memberikan ketenangan sekaligus menjadi jalan bagi seseorang untuk memperbaiki diri.
Dirinya menjelaskan bahwa program ini sebenarnya menargetkan penyaluran sekitar 5.000 mushaf Al-Quran. Namun hingga saat ini, sekitar 800 mushaf sudah lebih dulu disalurkan ke berbagai tempat di Gorontalo.
Tidak hanya ke TPQ di Kota Gorontalo, tetapi juga ke beberapa lembaga pemasyarakatan. Seperti Lapas Kelas IIA Gorontalo, Lapas Perempuan, serta Lapas Anak.
"Untuk di Lapas ini, Baznas menyerahkan 100 mushaf Al-Quran. Sementara di Lapas Perempuan disalurkan 50 mushaf, dan di Lapas Anak sebanyak 25 mushaf, menyesuaikan jumlah warga binaan yang ada," tutur Hasan menjelaskan.
Bagi pihak lapas, bantuan ini tentu bukan sekadar tambahan buku di rak perpustakaan.
Plt Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sahduriman, mengaku sangat mengapresiasi bantuan tersebut.
Menurutnya, mushaf Al-Quran itu akan dimanfaatkan untuk mendukung program pembinaan keagamaan yang selama ini sudah berjalan di dalam lapas.
"Kami berharap warga binaan bisa menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan memiliki akhlak yang lebih baik," ujar Sahduriman.
Sahduriman juga berharap, ke depan akan ada tambahan bantuan lain, terutama buku Iqra. Sebab tidak semua warga binaan sudah bisa membaca Al-Quran dengan lancar.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.