BI Gorontalo mengklaim berhasil menggabungkan digitalisasi pembayaran dengan promosi UMKM melalui BAHAGIA QRISFest 2026. Festival ini mencatat 147 ribu transaksi QRIS, menghadirkan 1.600 pengguna baru, serta mendorong transaksi merchant kuliner lokal menembus Rp1,26 miliar.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Kalau selama ini ada yang mengira orang datang ke festival cuma buat cari hiburan, BAHAGIA QRISFest 2026 di Gorontalo memberi cerita yang sedikit berbeda.
Di festival tersebut orang memang datang buat nonton Toton Caribo, kulineran, dan jalan-jalan. Tapi di saat yang sama, mereka juga tanpa sadar sedang diajak membiasakan diri menggunakan pembayaran digital.
Selama tiga hari, 17–19 Juli 2026, Sport Center GOR David Tony Limboto dipenuhi ribuan pengunjung. Festival hasil kolaborasi BI Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, BKKBN Provinsi Gorontalo, TP2DD se-Provinsi Gorontalo, dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) itu sukses menggabungkan hiburan, edukasi, pelayanan publik, hingga promosi UMKM dalam satu panggung.
Kepala KPwBI Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, mengungkapkan antusiasme masyarakat selama penyelenggaraan festival melampaui ekspektasi.
"Alhamdulillah, selama tiga hari ini kami menghitung jumlah pengunjung dalam BAHAGIA QRISFest 2026 kurang lebih sebanyak 6.500 pengunjung," ujar Bambang.
Yang paling menarik, sebanyak 3.000 tiket konser Toton Caribo ludes bukan karena dijual secara biasa, melainkan didapatkan melalui transaksi menggunakan QRIS di merchant UMKM yang ikut berpartisipasi.
Skema sederhana ini berhasil mendorong masyarakat untuk berbelanja sekaligus mengenal pembayaran digital.
Dampaknya pun langsung terlihat pada angka penggunaan QRIS. Selama festival berlangsung, Bank Indonesia mencatat sekitar 147 ribu transaksi QRIS, menghadirkan 1.600 pengguna baru, sekaligus menambah 1.100 merchant baru yang kini menerima pembayaran digital.
Bagi BI Gorontalo, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Itu menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin nyaman meninggalkan transaksi tunai ketika ekosistem digital dibangun dengan cara yang menyenangkan dan memberi manfaat langsung.
Efek positifnya juga dirasakan para pelaku UMKM kuliner. Sejak program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 diluncurkan bersamaan dengan PENAS pada 21 Juni lalu hingga penutupan BAHAGIA QRISFest, total transaksi pada merchant Local Legend telah menembus Rp1,26 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa menggabungkan hiburan, promosi produk lokal, dan digitalisasi pembayaran bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi mampu benar-benar meningkatkan omzet pelaku usaha.
Bambang mengatakan, pihaknya akan terus memperluas penggunaan pembayaran digital agar semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Selain membuat transaksi menjadi lebih praktis, QRIS juga diharapkan menjadi pintu bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.
Ia menilai keberhasilan BAHAGIA QRISFest 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, industri perbankan, TP2DD, BKKBN, serta berbagai mitra strategis mampu membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang lebih inklusif.
"Kami berharap BAHAGIA QRISFest 2026 ini bisa memberi dan membawa kebahagiaan untuk seluruh keluarga yang ada di Gorontalo, dan mendorong masyarakat untuk terus bertransformasi menggunakan transaksi digital dalam pembayaran sehari-hari," tutup Bambang.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.