Sedikitnya 39 anak dari keluarga kurang mampu yang mengikuti kursus bahasa Inggris gratis di Timuato Institute mendapat bantuan perlengkapan sekolah menjelang tahun ajaran baru.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Tahun ajaran baru selalu punya cerita yang sama. Ada anak-anak yang sibuk memilih tas baru karena bosan dengan warna lama. Ada pula yang hanya berharap sepatu lamanya masih cukup kuat dipakai beberapa bulan lagi.
Di tengah cerita itu, Timuato Institute bersama Harry Mimin Homestay memilih mengambil peran kecil, tetapi berarti.
Mereka mengajak puluhan anak dari keluarga kurang mampu berbelanja perlengkapan sekolah, mulai dari buku tulis, pulpen, tas, sepatu, hingga seragam baru.
Sebanyak 39 anak yang selama ini mengikuti kursus bahasa Inggris gratis di Timuato Institute tampak sumringah saat menyusuri toko perlengkapan sekolah, Kamis, 2 Juli 2026.
Bagi sebagian dari mereka, momen memilih sendiri tas atau sepatu baru mungkin bukan sesuatu yang datang setiap tahun.
Mayoritas anak-anak tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Namun, keterbatasan itu rupanya tidak berhasil mengurangi semangat mereka untuk terus bersekolah.
Owner Harry Mimin Homestay, Mukmin Badu, mengatakan kegiatan sosial itu lahir dari keinginan membantu anak-anak yang memiliki tekad kuat untuk belajar, meski harus menghadapi berbagai kesulitan, terutama persoalan biaya pendidikan.
"Mereka punya kemauan yang besar untuk tetap sekolah. Semangat itulah yang membuat kami ingin ikut membantu," kata Mukmin.
Kegiatan dimulai sejak pagi, meski sebagian peserta baru tiba setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju lokasi.
Sesampainya di toko, rasa lelah seperti langsung hilang. Anak-anak terlihat sibuk membandingkan warna tas, mencoba ukuran sepatu, hingga memilih buku tulis yang akan menemani mereka selama satu tahun ajaran ke depan.
Suasana yang sederhana itu justru menjadi pemandangan paling berharga. Senyum mereka muncul bukan karena barang-barang itu mewah, melainkan karena akhirnya bisa membawa pulang perlengkapan sekolah yang selama ini hanya menjadi harapan.
Program kursus bahasa Inggris gratis yang mereka ikuti sendiri sudah berjalan sejak 2018. Melalui Timuato Institute, puluhan anak dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan belajar bahasa Inggris tanpa dipungut biaya.
Bagi penyelenggara, pendidikan bukan sekadar soal ruang kelas, tetapi juga memastikan anak-anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar cita-cita.
Menariknya, bantuan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari dalam negeri. Mukmin menjelaskan sebagian dana berasal dari wisatawan mancanegara yang menginap di Harry Mimin Homestay.
Setelah mengenal kehidupan masyarakat sekitar, mereka memilih ikut berbagi dengan anak-anak di Gorontalo.
"Kami berharap bantuan ini bisa menjadi dukungan bagi masa depan mereka sekaligus mengingatkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar, tanpa melihat latar belakang ekonomi keluarganya," ujar Mukmin menjelaskan.
Mungkin tas itu akan usang beberapa tahun lagi. Sepatu yang dipilih hari ini pun suatu saat akan kekecilan. Namun, semangat yang sedang dijaga lewat bantuan sederhana ini diharapkan bisa bertahan jauh lebih lama daripada umur perlengkapan sekolah yang mereka bawa pulang.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.