SDN 13 Kota Barat, Kota Gorontalo hanya menerima tiga murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Minimnya jumlah peserta didik membuat sekolah yang kini dihuni 34 siswa itu terus berjuang bertahan di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan, sembari berharap rencana revitalisasi dari pemerintah segera terealisasi.
***
BERINTI.ID, Gorontalo – Tahun ajaran baru biasanya identik dengan ruang kelas yang ramai, wajah-wajah baru, dan orang tua yang sibuk mengantar anaknya ke sekolah. Namun suasana itu tak sepenuhnya dirasakan SDN 13 Kota Barat.
SDN yang berada di wilayah Kota Gorontalo ini hanya menerima tiga siswa baru pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini. Angka yang mungkin bisa dihitung dengan jari, tetapi tetap disambut penuh rasa syukur oleh pihak sekolah.
Kepala SDN 13 Kota Barat, Farisal Gaib, mengatakan para guru sebenarnya sudah bekerja habis-habisan untuk menarik minat masyarakat agar menyekolahkan anak di sana.
"Teman-teman guru sudah all out dan berusaha semaksimal mungkin agar jumlah siswa bisa memenuhi standar. Alhamdulillah kami masih mendapat tiga siswa baru, meski jumlahnya memang sedikit," ujar Farisal saat ditemui di sekolah tersebut, Kamis, 23 Juli 2026.
Masalahnya ternyata bukan sekadar promosi sekolah yang kurang gencar.
Menurut Farisal, kondisi lingkungan sekolah menjadi salah satu penyebab orang tua enggan memilih SDN 13 Kota Barat.
Bagaimana tidak, saat hujan turun, halaman sekolah kerap berubah menjadi genangan air sehingga menimbulkan kesan kurang nyaman.
Belum lagi muncul anggapan bahwa sekolah lain menawarkan fasilitas yang lebih baik. Akibatnya, beberapa siswa yang sebelumnya belajar di SDN 13 bahkan memilih pindah ke sekolah lain.
Guru Lebih Banyak daripada Murid Satu Kelas
Saat ini SDN 13 Kota Barat memiliki 10 tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah.
Sementara jumlah seluruh siswa hanya 34 orang, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 40 siswa. Penurunan itu terjadi karena sembilan siswa kelas VI telah lulus, sedangkan murid baru yang masuk hanya tiga orang.
Jika dirinci, jumlah siswa di setiap kelas pun terlihat timpang. Kelas I hanya dihuni tiga siswa, kelas II berjumlah tujuh siswa, kelas III menjadi yang terbanyak dengan 15 siswa, kelas IV hanya empat siswa, kelas V sekitar delapan siswa, dan kelas VI tinggal tiga siswa.
"Untuk guru dan tenaga pendidik itu hanya berjumlah 10 termasuk saya. Kalau untuk siswa, saat ini hanya 34 orang dari jumlah keseluruhan," jelas Farisal.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.