TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Hulonthalo

Dari Manik-Manik hingga Limbah Jagung, Ada Harapan yang Dirajut di Lapas Perempuan Gorontalo

$detailB['caption'] Tangan warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo yang merajut harapan dengan membuat suatu karya kreatif untuk masa depan kelak (Foto: Humas Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo)

Warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo mengolah manik-manik, benang, tali kur, hingga limbah jagung menjadi kerajinan bernilai jual.

***

BERINTI.ID, Gorontalo — Ada gelang yang dirangkai dari manik-manik. Ada bunga hias yang dibentuk dengan teliti. Ada tas rajut, gantungan kunci dari tali kur, hingga bunga yang lahir dari limbah jagung.

Benda-benda itu mungkin terlihat sederhana. Namun di tangan warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, setiap helai benang dan manik-manik menjadi lebih dari sekadar kerajinan.

Di baliknya ada waktu yang diisi dengan keterampilan, ada kreativitas yang diasah, dan ada harapan agar suatu hari nanti keterampilan tersebut bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan diberi ruang untuk belajar sekaligus menghasilkan berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Mereka membuat gelang tangan dan bunga hias berbahan manik-manik. Ada pula tas rajut dan gantungan kunci berbahan tali kur. Bahkan limbah jagung yang biasanya berakhir sebagai sesuatu yang tak terpakai, diolah menjadi bunga hias.

Prosesnya membutuhkan ketelitian. Tidak semua bisa selesai dalam sekali duduk. Ada pola yang harus diikuti, benang yang harus dirajut, dan susunan manik-manik yang harus dibuat dengan teliti. 

Dari proses yang tampak sederhana itulah keterampilan perlahan tumbuh.

Yang menarik, hasil karya warga binaan tidak hanya berhenti sebagai pajangan di dalam lapas.

Produk-produk tersebut mulai dipasarkan melalui kanal online maupun offline. Beberapa di antaranya diperkenalkan melalui stand UMKM dan pameran dalam berbagai kegiatan di wilayah Gorontalo.

Dengan begitu, produk yang dibuat dari dalam lapas bisa bertemu dengan masyarakat di luar.

Ada jarak yang kemudian dipendekkan: antara orang yang membuat dan orang yang membeli, antara keterampilan yang dilatih dan nilai ekonomi yang dihasilkan.

Bagi Lapas Perempuan Gorontalo, pemasaran menjadi bagian penting dari pembinaan. Sebab keterampilan akan lebih berarti ketika memiliki kesempatan untuk digunakan dan menghasilkan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imipas RI, khususnya dalam upaya meningkatkan pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui koperasi dan UMKM.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Dini Oktari, mengatakan pembinaan kemandirian tidak hanya diarahkan agar warga binaan memiliki kegiatan selama menjalani masa pembinaan.

Lebih jauh, keterampilan itu diharapkan bisa menjadi modal ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

"Kami terus mendorong warga binaan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui kegiatan yang produktif. Harapannya, hasil karya mereka tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga memiliki nilai jual dan dapat menjadi bekal kemandirian ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Dini.

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi seseorang yang sedang menjalani masa pembinaan, memiliki keterampilan untuk dibawa pulang kelak adalah sesuatu yang tidak kecil.

Sebab kehidupan setelah keluar dari lapas bukan cuma soal membuka kembali pintu rumah. Ada kehidupan yang harus dimulai lagi, ada pekerjaan yang perlu dicari, dan ada kepercayaan yang perlahan harus dibangun.

Keterampilan membuat kerajinan mungkin bukan jawaban untuk semua persoalan. Tetapi ia bisa menjadi satu pintu.

Karena itu, Lapas Perempuan Gorontalo berencana terus membuka ruang kolaborasi sekaligus memperluas akses pemasaran produk warga binaan.

Pameran, kegiatan UMKM, hingga berbagai platform pemasaran akan terus dimanfaatkan untuk memperkenalkan hasil karya tersebut kepada masyarakat.

Di balik sebuah gelang manik-manik atau tas rajut, dengan demikian, ada cerita yang lebih panjang daripada sekadar harga yang tertera di meja penjualan.

Ada tangan yang belajar bekerja. Ada kreativitas yang diberi ruang. Dan ada pula harapan bahwa ketika waktunya tiba untuk kembali ke masyarakat, keterampilan yang hari ini dirajut di dalam lapas bisa ikut menjadi bekal untuk menata kehidupan dari awal.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp