TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Hulonthalo

Demo Dugaan Kriminalisasi Wali Kota Gorontalo di Mapolda Sempat Diwarnai Aksi Saling Dorong

$detailB['caption'] Potret aksi saling dorong antara massa aksi dan polisi di depan Mapolda Gorontalo (Berinti.id/Husnul Puhi)

Demonstrasi menuntut penghentian dugaan kriminalisasi terhadap Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea di Markas Polda Gorontalo sempat diwarnai aksi saling dorong antara massa dan polisi. Ketegangan terjadi saat demonstran berusaha menerobos barikade petugas untuk masuk ke halaman Mapolda.

***

BERINTI.ID, Gorontalo – Demonstrasi rupanya tak selalu berjalan selurus tuntutan yang dibawa. Di Markas Polda Gorontalo, Rabu, 14 Oktober 2026, aksi gabungan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat Kota Gorontalo sempat memanas. 

Massa yang datang untuk menyuarakan protes justru terlibat aksi saling dorong dengan polisi di pintu masuk markas kepolisian.

Pemandangan yang semula berupa kerumunan orang berorasi berubah menjadi adu dorong ketika sejumlah peserta aksi berusaha menerobos masuk ke halaman Polda Gorontalo. 

Di sisi lain, polisi yang berjaga berupaya mempertahankan barikade agar massa tidak memasuki area Mapolda.

Situasi pun menjadi tegang. Barisan massa bergerak maju, sementara petugas berusaha menahan desakan dari arah depan. Pintu masuk Polda Gorontalo menjadi titik tempat kedua pihak saling berhadapan.

Di tengah situasi yang kian panas, Kapolres Gorontalo yang berada di lokasi turun tangan. Ia berupaya menenangkan anggotanya untuk mencegah gesekan fisik semakin besar, sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya tindakan provokatif.

Namun, yang ikut terdampak dari aksi saling dorong itu bukan hanya barisan polisi dan demonstran. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang berada di barisan paling depan massa, juga sempat terhimpit di tengah desakan kerumunan.

Sejumlah peserta aksi kemudian membawa Adhan ke titik yang lebih aman untuk menghindari risiko cedera. Barangkali ini menjadi pengingat bahwa berdiri paling depan dalam demonstrasi bukan sekadar soal posisi, tetapi juga soal risiko ketika suasana mendadak tak terkendali.

Beruntung, ketegangan tersebut tidak berujung pada bentrokan anarkis. Aparat kepolisian akhirnya berhasil mengendalikan situasi sehingga aksi saling dorong tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

Di balik aksi yang sempat memanas itu, ada perkara yang menjadi alasan massa mendatangi Polda Gorontalo. 

Demonstrasi tersebut dipimpin langsung oleh Adhan Dambea sebagai bentuk protes atas dugaan kriminalisasi terhadap dirinya dalam penanganan kasus pembongkaran eks rumah jawatan Kantor Pos yang diduga merupakan bangunan cagar budaya.

Massa datang untuk menyuarakan keberatan terhadap proses hukum yang berjalan. Adapun istilah kriminalisasi merupakan penilaian yang disampaikan pihak demonstran, bukan kesimpulan hukum yang telah terbukti.

Dengan demikian, demonstrasi di Mapolda Gorontalo itu bukan hanya soal massa yang berhadapan dengan barikade polisi. Ada persoalan hukum yang mereka persoalkan, sementara aparat tetap berkewajiban menangani perkara berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku.

Aksi yang sempat diwarnai saling dorong itu pun berakhir setelah situasi berhasil dikendalikan. Tidak terjadi bentrokan anarkis dalam insiden tersebut.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp