TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Diperiksa 10 Jam Lebih, Fikram Salilama Dihujani 31 Pertanyaan: Dana Hibah KONI Mulai Dikupas Pelan-pelan

$detailB['caption'] Kepala Seksi Penyidikan Kejati Gorontalo, Rafid Humolungo menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Ketua KONI Provinsi Gorontalo selama kurang lebih 10 jam terkait dana hibah (Berinti.id/Husnul Puhi)

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, menjalani pemeriksaan kurang lebih 10 jam di Kejaksaan Tinggi. Ini terkait penggunaan dana hibah KONI untuk pelaksanaan PON 2024 lalu.

***

BERINTI.ID, Gorontalo - Kalau biasanya urusan olahraga dibahas di lapangan atau rapat koordinasi, kali ini suasananya pindah ke ruang pemeriksaan.

Ketua KONI Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, harus "bertanding" cukup lama di Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Bukan 2x45 menit, tapi hampir 10 jam lebih dan bahkan molor sampai malam.

Secara resmi, pemeriksaan disebut selesai pukul 19.00 Wita. Tapi kenyataannya, Fikram baru benar-benar keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 22.00 Wita. Ternyata, setelah sesi tanya jawab, masih ada "babak tambahan" yaitu pencocokkan dokumen.

"Jadi sekitar jam tujuh itu sebenarnya sudah selesai. Tetapi kita masih mencocokkan data berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan keterangan dari saksi yang kita periksa," kata Kepala Seksi Penyidikan Kejati Gorontalo, Rafid Humolungo.

Untuk pertanyaannya, kata Rafid, tidak sedikit. Sekitar 31 pertanyaan dilayangkan ke Fikram, semuanya berkutat pada satu topik yang belakangan makin sering bikin deg-degan, yakni dana hibah KONI.

Menariknya, Fikram bukan satu-satunya yang diseret ke meja klarifikasi. Total ada sekitar sembilan orang yang ikut diperiksa dalam perkara ini. 

Sebagian besar terkait kegiatan pengadaan barang dan jasa di KONI tahun 2024, di mana tahun tersebut juga beririsan dengan persiapan ajang PON.

Nilai anggarannya pun tidak kecil. Dari total dana hibah sekitar Rp25 miliar, penyidik saat ini fokus pada sekitar Rp16 miliar. 

Dana belasan miliar itu, dipakai untuk pelaksanaan PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Mulai dari persiapan sejak awal tahun hingga pelaksanaannya pada bulan September.

Artinya, yang sedang dibongkar ini bukan sekadar angka di laporan, tapi rangkaian kegiatan panjang yang melibatkan banyak pihak.

Meski begitu, belum semua dibuka ke publik. Materi detail pertanyaan masih dirahasiakan. Yang jelas, pemeriksaan belum selesai.

"Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan, beberapa saksi juga nanti akan kita panggil," tutup Rafid.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp