Donor darah menjadi cara Lapas Kelas IIA Gorontalo memaknai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini tak hanya melibatkan jajaran lapas, tetapi juga sejumlah unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Gorontalo.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Kalau biasanya peringatan Hari Kemerdekaan identik dengan lomba makan kerupuk atau balap karung, suasana di Lapas Kelas IIA Gorontalo justru sedikit berbeda.
Di balik tembok penjara, semangat menyambut 17 Agustus diwujudkan lewat aksi yang lebih sederhana, tetapi manfaatnya langsung terasa yaitu donor darah.
Aksi bakti sosial itu digelar di ruang besuk Lapas Kelas IIA Gorontalo, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Menariknya, peserta donor bukan hanya berasal dari pegawai Lapas Kelas IIA Gorontalo. Sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di Gorontalo ikut bergabung sehingga kegiatan berlangsung lebih ramai.
Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison, mengatakan donor darah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 RI yang dilaksanakan serentak sesuai arahan pimpinan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan PMI dan akhirnya disepakati pelaksanaan donor darah dilakukan di Lapas Kelas IIA Gorontalo," kata Junaidi.
Menurutnya, kegiatan ini melibatkan pegawai dari Kantor Wilayah, Lapas Perempuan Gorontalo, Lapas Anak Gorontalo, hingga Balai Pemasyarakatan Gorontalo. Semua peserta dipusatkan di satu lokasi agar pelaksanaannya lebih efektif.
Soal hasilnya, PMI awalnya hanya menargetkan sekitar 20 kantong darah untuk satu kegiatan. Namun, target itu ternyata tak butuh waktu lama untuk dilewati.
"Karena kegiatan belum selesai, kemungkinan jumlah kantong darah akan terus bertambah. Saat kami cek, jumlahnya sudah melebihi harapan PMI," ujar Junaidi.
Donor darah bukan satu-satunya agenda yang disiapkan Lapas Kelas IIA Gorontalo untuk menyambut HUT RI. Pihak lapas juga menggelar Pekan Olahraga Narapidana (Porsenap) yang melibatkan warga binaan dalam berbagai perlombaan di dalam lapas.
Tak berhenti di situ, jajaran lapas juga menyiapkan kegiatan bakti sosial bagi masyarakat. Salah satu rencana yang sempat dibahas adalah program bedah rumah bagi warga yang membutuhkan.
Meski demikian, konsep tersebut masih dalam tahap perhitungan anggaran dan teknis pelaksanaan.
"Yang jelas kami tetap akan melaksanakan kegiatan bakti sosial. Bentuknya masih kami sesuaikan dengan kemampuan yang ada," tutup Junaidi.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.