Dua bersaudara putra tulen Gorontalo, Farzan Umair Putra Yasin dan Haedar Rizky Putra Yasin, membawa pulang 10 medali dari Nusantara Swim Competition 2026 di Manado, Sulawesi Utara. Tampil bersama Lahilote Swimming Club, keduanya meraih medali emas, perak, dan perunggu dari sejumlah nomor renang.
***
BERINTI.ID, Gorontalo — Bagi sebagian anak, kolam renang mungkin hanya tempat bermain. Namun bagi Farzan Umair Putra Yasin dan Haedar Rizky Putra Yasin, kolam renang menjadi tempat untuk belajar banyak hal: tentang disiplin, keberanian, sportivitas, hingga bagaimana menerima kemenangan dan kekalahan.
Dua bersaudara yang merupakan atlet cilik asal Gorontalo itu baru saja membawa pulang 10 medali dari Nusantara Swim Competition 2026 (Piala Dankodaeral VIII) di Manado, Sulawesi Utara.
Kompetisi yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Kolam Renang Tirto Sagoro 09, Kairagi Weru, Manado, itu menjadi salah satu pengalaman berharga bagi Farzan dan Haedar.
Keduanya tampil membawa nama Lahilote Swimming Club, tempat mereka menjalani pembinaan renang.
Farzan yang lahir pada 2019 dan merupakan siswa MIT Al Ishlah Gorontalo berhasil mengoleksi enam medali. Rinciannya satu emas, empat perak, dan satu perunggu.
Ia tampil di kategori Pemula B untuk kelompok usia 7–8 tahun.
Medali emas Farzan diraih melalui nomor gaya bebas 25 meter papan Seri 2. Empat medali perak diperoleh dari nomor gaya dada 25 meter papan Seri 5, gaya dada 25 meter papan Seri 2, juara umum gaya dada 25 meter papan, serta juara umum gaya dada 25 meter.
Sementara medali perunggu diraih melalui nomor gaya bebas 25 meter Seri 3.
Bagi Farzan, renang bukan satu-satunya aktivitas yang ia jalani. Ia juga mengikuti pembinaan taekwondo dan baru-baru ini meraih medali emas pada Kejuaraan Taekwondo Zubo Fighter Cup III Piala Kapolres Bone Bolango 2026.
Di luar olahraga, Farzan juga menjalani pendidikan formal sekaligus pendidikan keagamaan sebagai hafiz Al-Qur’an.
Beragam aktivitas tersebut tidak ditempatkan keluarganya sebagai perlombaan untuk menjadi yang paling hebat. Justru, semuanya menjadi bagian dari proses Farzan belajar dan bertumbuh sesuai usianya.
Sang adik, Haedar Rizky Putra Yasin, juga ikut menunjukkan kemampuannya di kompetisi tersebut.
Haedar yang lahir pada 2021 dan merupakan siswa Brilli Kids Kindergarten and Playgroup School itu tampil di kategori Pemula C. Ia membawa pulang empat medali, yakni satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali emas Haedar diperoleh melalui nomor gaya dada 25 meter Seri 1. Dua medali perak diraih dari nomor gaya dada papan 25 meter Seri 1 dan juara umum gaya dada papan 25 meter.
Sementara medali perunggu diperoleh melalui nomor gaya bebas papan 25 meter Seri 1.
Dengan demikian, dua bersaudara tersebut mengoleksi total 10 medali pada Nusantara Swim Competition 2026 di Manado.
Pelatih Lahilote Swimming Club, Muson Bau, capaian yang didapatkan oleh kedua atlet tersebut bukanlah satu-satunya hal yang penting.
Ia justru melihat keberanian Farzan dan Haedar untuk mengikuti pertandingan sebagai bagian penting dari proses pembinaan atlet renang usia dini.
"Kami tentu bersyukur dengan hasil yang diraih Farzan dan Haedar. Tetapi bagi kami sebagai pelatih, medali bukan satu-satunya ukuran. Yang penting adalah mereka berani bertanding, mampu mengikuti arahan, disiplin dalam latihan, dan terus menunjukkan perkembangan,” ujar Muson.
Menurut dia, membina anak-anak dalam olahraga membutuhkan kesabaran. Mereka tidak seharusnya dibebani target prestasi secara berlebihan karena pada usia tersebut yang paling penting adalah mengenalkan olahraga sekaligus menumbuhkan rasa senang terhadap aktivitas yang dijalani.
"Harapannya mereka tetap menikmati proses latihan. Kalau anak sudah senang berenang, disiplin, dan punya kemauan untuk belajar, prestasi akan mengikuti. Kami akan terus membina mereka secara bertahap," sambungnya.
Sementara itu, orang tua dari kedua bocah tersebut, Hendra Yasin, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih kedua anaknya.
Namun kebanggaan tersebut, kata Hendra, bukan semata-mata karena medali yang mereka bawa pulang.
"Sebagai orang tua tentu kami bangga melihat mereka mendapatkan medali. Tetapi yang paling membahagiakan adalah melihat mereka berani tampil, belajar menerima hasil pertandingan dan menikmati prosesnya. Medali itu bonus dari proses yang mereka jalani," tutur Hendra.
Bagi keluarga, olahraga menjadi salah satu cara untuk mengajarkan anak tentang kedisiplinan dan keberanian. Pendidikan formal tetap berjalan, sementara pendidikan agama juga menjadi bagian yang tidak ditinggalkan.
Hendra menaruh harapan kepada kedua anaknnya agar tumbuh dengan kemampuan yang baik sekaligus memiliki nilai-nilai yang menjadi pegangan dalam kehidupan.
"Bagi kami, anak-anak perlu belajar menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Olahraga penting untuk kesehatan, kedisiplinan, dan prestasi. Pendidikan penting untuk masa depan. Tetapi pendidikan agama juga tidak boleh ditinggalkan," ucap Hendra.
Karena itu, keluarga tidak menempatkan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Farzan dan Haedar justru diberi ruang untuk mengenal berbagai kegiatan sesuai usia dan kemampuan mereka.
Hendra juga tidak ingin prestasi anak-anaknya membuat mereka merasa lebih tinggi dibandingkan anak-anak lain.
"Prestasi itu penting, tetapi karakter jauh lebih penting," kata Hendra.
Perjalanan kedua atlet cilik Gorontalo tersebut juga tidak lepas dari peran pelatih. Hendra menyampaikan apresiasi kepada Mushonnif dan Lahilote Swimming Club yang selama ini mendampingi Farzan dan Haedar dalam latihan maupun kompetisi.
“Kami berterima kasih kepada pelatih dan Lahilote Swimming Club yang sudah membimbing Farzan dan Haedar. Sebagai orang tua, kami tentu tidak bisa berjalan sendiri," tutup Hendra.
Pada akhirnya, sepuluh medali itu memang layak dirayakan. Tetapi ada hal lain yang mungkin jauh lebih berharga untuk dibawa pulang dari Manado: keberanian untuk mencoba, kesediaan untuk belajar, disiplin dalam berlatih, dan kemampuan untuk tetap rendah hati ketika berhasil.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.
Human Interest Story