TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Dua Pekan Razia Kendaraan Digelar di Gorontalo, Pengendara Bandel Bakal Jadi Sasaran

$detailB['caption'] Polantas Kota Gorontalo saat merazia kendaraan bermotor di wilayahnya (Berinti.id/Husnul Puhi)

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Gorontalo akan menggelar Operasi Patuh Otanaha 2026 selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Di sini, polisi bakal menindak berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. 

***

BERINTI.ID, Gorontalo - Kalau selama ini masih ada yang santai berkendara tanpa spion, pelat nomor yang entah ke mana, atau lampu kendaraan yang mati sebelah, mungkin sekarang saat yang tepat untuk mulai berbenah. 

Sebab, Ditlantas Polda Gorontalo bersiap menggelar Operasi Patuh Otanaha 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari lamanya, mulai 8 hingga 21 Juni mendatang.

Operasi ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Bagi sebagian pengendara, momen seperti ini sering kali menjadi pengingat bahwa surat kendaraan, helm, hingga kelengkapan motor ternyata masih punya fungsi selain disimpan rapi di dalam jok.

Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, mengatakan Operasi Patuh Otanaha 2026 merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi yang aman menjelang peringatan Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026. 

Razia dan pengawasan akan dilakukan di berbagai titik yang selama ini dikenal rawan pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.

Bukan hanya di Kota Gorontalo, operasi ini juga bakal menyasar seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.

Menurut Lukman, tujuan utama operasi tersebut bukan semata-mata mencari pelanggar untuk ditilang. Polisi ingin menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

"Operasi tersebut bertujuan untuk menekan angka kecelakaan serta mengurangi pelanggaran dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas," ujar Lukman. 

Dalam pelaksanaannya, pendekatan yang digunakan tidak melulu soal penindakan. Porsi kegiatan edukasi bahkan cukup besar. Sekitar 20 persen kegiatan akan diisi dengan langkah preemtif seperti sosialisasi, penyuluhan, pembagian brosur, hingga kampanye keselamatan melalui media sosial dan media massa.

Sementara itu, 30 persen kegiatan lainnya berupa langkah preventif. Polisi akan lebih sering terlihat melakukan pengaturan lalu lintas, penjagaan, dan patroli di titik-titik yang rawan macet maupun rawan kecelakaan.

Meski begitu, bagian yang biasanya paling membuat pengendara waswas tetap mendapat porsi terbesar. Sebanyak 50 persen operasi akan berfokus pada penegakan hukum.

Untuk targetnya cukup beragam. Mulai dari pengendara yang melawan arus, kendaraan pengangkut barang yang tidak sesuai aturan, kendaraan over dimension dan overloading (ODOL), hingga kendaraan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis.

Jangan lupa pula soal perlengkapan dasar yang sering dianggap sepele. Kendaraan tanpa spion, lampu yang tidak berfungsi, atau tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) juga masuk daftar sasaran operasi.

"Kendaraan yang tidak dilengkapi perlengkapan standar seperti spion, lampu, dan TNKB juga menjadi sasaran dalam operasi ini," kata Lukman tegas. 

Menariknya, selama Operasi Patuh berlangsung, polisi juga akan menggelar sidang di tempat melalui masing-masing satuan lalu lintas. 

Jadi, beberapa pelanggaran tidak perlu menunggu proses yang panjang untuk diselesaikan.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp