TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Dugaan Pelecehan Seksual di SPPG Boalemo Berujung Laporan ke Polda Gorontalo

$detailB['caption'] Kepala SPPG Boalemo dilaporkan oleh korban ke Polda Gorontalo atas dugaan pelecehan seksual, Rabu, 16 September 2026 (Berinti.id/Husnul Puhi)

Perempuan 33 tahun melaporkan Kepala SPPG di Boalemo ke Polda Gorontalo atas dugaan pelecehan seksual. Korban berharap polisi menegakkan keadilan.

***

BERINTI.ID, Gorontalo — Ada kalanya seseorang datang ke kantor polisi bukan karena kehilangan barang, tetapi karena merasa ruang aman dalam hidupnya ikut hilang.

Seorang perempuan berusia 33 tahun mendatangi Polda Gorontalo, Rabu, 16 September 2026. Ia melaporkan atasannya, Kepala SPPG di Kabupaten Boalemo, terkait dugaan pelecehan seksual yang menurut pengakuannya dialaminya sejak tahun lalu hingga September 2026.

Setelah membuat laporan dan menjalani pemeriksaan, korban berharap polisi menangani perkara tersebut secara serius.

"Kedatangan saya ini terkait pelaporan pelecehan Kepala SPPG Boalemo yang dilakukan kepada saya," ujar korban usai membuat laporan.

Korban mengatakan dirinya telah memberikan keterangan kepada polisi. Ia juga menyebut pihak kepolisian berencana memanggilnya kembali untuk pemeriksaan lanjutan serta meminta keterangan dari terlapor.

"Sudah," jawab korban ketika ditanya apakah dirinya telah menjalani berita acara pemeriksaan (BAP).

Bagi korban, langkah melapor tersebut bukan perkara sederhana. Ia berharap proses hukum berjalan dan dugaan yang dilaporkannya tidak berhenti di meja pemeriksaan.

"Harapan ke depan di Polda Gorontalo, tegakkanlah keadilan seorang perempuan. Jangan sembunyikan hal-hal kasus begini. Saya mau keadilan itu ada," katanya.

Sebelum membuat laporan, korban telah menceritakan sejumlah kejadian yang menurut pengakuannya berlangsung sejak SPPG tersebut mulai beroperasi.

Menurut korban, mess yang ditempati para pegawai kala itu tidak dilengkapi kunci kamar. Kondisi tersebut membuat privasi penghuni kamar menjadi terbatas.

Korban mengatakan terlapor beberapa kali masuk ke kamarnya secara tiba-tiba. Dalam sejumlah kejadian, menurut dia, terlapor bahkan berbaring di sampingnya dengan alasan hendak beristirahat.

"Saya bilang, kenapa mau istirahat di kamar perempuan? Sana ke kamar laki-laki. Tapi dia bilang kamar laki-laki tidak bagus karena sangat bau," ujar korban.

Menurut korban, perilaku tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan pelecehan seksual.

Salah satu kejadian yang disebut korban berlangsung pada 6 Juni 2026. Ia mengaku terlapor masuk ke kamarnya dan melakukan tindakan yang tidak diinginkannya.

Pada kejadian lainnya, korban mengaku mengalami tindakan pemaksaan secara fisik. Ia mengatakan berusaha melawan hingga terlapor akhirnya meninggalkan kamar.

Dalam konteks ini, persoalannya bukan hanya soal kamar yang tidak memiliki kunci. Ada pula relasi kerja antara korban dan terlapor sebagai atasan dan bawahan.

Relasi semacam itu membuat persoalan dugaan pelecehan seksual di tempat kerja perlu dilihat dengan hati-hati.

Korban juga menceritakan kejadian pada 28 Agustus 2026. Saat itu, menurut dia, terlapor kembali masuk ke kamarnya dan memegang tangannya dengan alasan hendak meminta maaf.

Korban mengatakan dirinya menolak dan meminta terlapor keluar dari kamar.

"Cuma kata terakhir sebelum pimpinan saya keluar dari kamar, dia bilang suka meluk saya, tapi dia masih takut," tutur korban.

Dugaan tindakan yang membuat korban tidak nyaman, menurut ceritanya, juga terjadi pada 5 September 2026 ketika SPPG tersebut menggelar perayaan satu tahun.

Saat itu korban sedang duduk bersama sejumlah staf di ruang kerja. Menurut korban, terlapor datang dan melakukan tindakan yang membuatnya tidak nyaman.

Peristiwa itu disebut disaksikan staf lain. Salah seorang staf bahkan mempertanyakan perilaku terlapor kepada korban.

Kini laporan tersebut telah masuk ke Polda Gorontalo. Polisi disebut akan kembali memanggil korban dan meminta keterangan dari terlapor.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp