TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Hulonthalo

El Nino dan Ancaman Harga Pangan: TPID Gorontalo Mulai Bersiap Hadapi Nataru Serta Ramadan

$detailB['caption'] Kepala KPwBI Gorontalo, Bambang Setya Permana menjelaskan TPID Gorontalo tengah menyiapkan strategi dalam menghadapi Nataru serta Ramadan di saat fenomena El Nino dan kenaikan harga pangan mulai mengancam (Berinti.id/Husnul Puhi)

TPID Gorontalo memperkuat strategi pengendalian inflasi untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan akibat fenomena El Niño sangat kuat menjelang Natal dan Tahun Baru serta Ramadan 2027.

***

BERINTI.ID, Gorontalo – Cuaca boleh jadi urusan alam, tetapi ketika El Nino datang dengan kategori sangat kuat, urusannya bisa sampai ke harga pangan di pasar. 

Karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Gorontalo mulai memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Ramadan dan Idulfitri 2027.

Bukan tanpa alasan. Inflasi tahunan di Gorontalo pada September 2026 tercatat mencapai 5,46 persen (year-on-year/yoy). Sementara itu, inflasi kumulatif sejak Januari hingga September 2026 mencapai 4,44 persen (year-to-date/ytd).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Gorontalo, Bambang Setya Permana, mengatakan salah satu komoditas yang memberikan sumbangan besar terhadap inflasi pada September adalah cabai rawit. Komoditas yang kerap menjadi andalan sambal itu menyumbang 1,46 poin persentase terhadap inflasi.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian BI Gorontalo bersama TPID, terutama dalam memantau harga pangan strategis yang banyak dikonsumsi masyarakat.

"Perkembangan ini menjadi perhatian bersama untuk memperkuat pemantauan harga komoditas pangan strategis yang banyak dikonsumsi masyarakat Gorontalo," ujar Bambang dalam giat PIRAMIDA bersama awak media, Rabu, 28 Oktober 2026.

Menghadapi potensi tekanan harga akibat perubahan iklim dan dinamika pasokan pangan, TPID Gorontalo mengandalkan strategi 4K. 

Empat langkah itu mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Pada aspek keterjangkauan harga, pemerintah akan memperkuat Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta bantuan pangan. Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Berikutnya, ketersediaan pasokan diperkuat melalui gerakan menanam atau Agro Mopomulo di halaman rumah, perluasan kerja sama antardaerah (KAD), serta dukungan sarana produksi pertanian.

Strategi ini penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, terutama ketika kondisi iklim berpotensi memengaruhi produksi pertanian dan pasokan komoditas di pasar.

Sementara itu, kelancaran distribusi dilakukan dengan memfasilitasi penyaluran pangan dari daerah yang mengalami surplus ke daerah yang membutuhkan. Dengan begitu, ketersediaan komoditas diharapkan lebih merata dan tekanan harga akibat gangguan distribusi dapat diantisipasi.

Adapun komunikasi efektif ditempuh melalui koordinasi TPID, rapat tingkat tinggi atau High Level Meeting (HLM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pemantauan harga, inspeksi pasar, hingga edukasi belanja bijak dan diversifikasi pangan.

Empat strategi tersebut akan menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat Gorontalo di tengah tantangan El Nino serta meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.

Bambang mengatakan, pengendalian inflasi membutuhkan sinergi dan konsistensi berbagai pihak. Menurut dia, pengalaman Gorontalo pada 2025 menunjukkan bahwa koordinasi yang kuat dapat mendukung upaya menjaga stabilitas harga.

Atas capaian tersebut, TPID Gorontalo memperoleh pengakuan sebagai TPID Berkinerja Terbaik dalam TPID Awards 2026.

Penghargaan itu menjadi modal untuk memperkuat strategi pengendalian inflasi, terlebih ketika tantangan iklim dan dinamika pasokan pangan berpotensi memengaruhi harga kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui forum Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) pada 23 Oktober 2026 di Makassar.

Forum yang dihadiri Menteri Pertanian, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta kepala daerah se-Sulawesi, Maluku, dan Papua itu membahas penguatan ketersediaan pangan, konektivitas distribusi, dan ketahanan pangan kawasan.

Koordinasi lintas wilayah diperlukan agar upaya pengendalian inflasi tidak berhenti pada pemantauan harga, tetapi juga menyentuh persoalan pasokan dan distribusi antardaerah.

Terkait dengan menjelang Nataru, BI Gorontalo bersama TPID akan mengantisipasi risiko kenaikan harga melalui pemantauan kecukupan stok komoditas strategis, perkembangan harga, serta kelancaran distribusi pangan.

Persiapan itu juga mulai diarahkan untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2027, ketika permintaan terhadap sejumlah kebutuhan pokok berpotensi meningkat.

Melalui penguatan pasokan dan intervensi yang tepat, TPID berharap tekanan harga dapat diantisipasi lebih dini. Namun, upaya menjaga stabilitas harga juga membutuhkan partisipasi masyarakat, pedagang, dan distributor.

BI Gorontalo mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, serta memanfaatkan bahan pangan alternatif yang tersedia, termasuk pangan nonlokal yang dapat menjadi pilihan diversifikasi konsumsi.

Di sisi lain, pedagang dan distributor diharapkan menjaga kewajaran harga agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga yang tidak wajar.

"Partisipasi seluruh pihak tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat efektivitas upaya pengendalian inflasi untuk mendukung terjaganya stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo," kata Bambang.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp