Gara-gara mimik wajah yang dianggap meremehkan, seorang siswa kelas 10 SMAN 1 Kota Gorontalo diduga dikeroyok ramai-ramai oleh seniornya. Perselisihan yang awalnya melibatkan dua siswa itu membesar hingga 21 orang teridentifikasi dalam kejadian tersebut.
***
BERINTI.ID, Kota Gorontalo – Di sekolah, salah paham semestinya bisa selesai dengan teguran atau obrolan. Namun, dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswa kelas 10 SMAN 1 Kota Gorontalo justru berujung pada keterlibatan 21 orang.
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 19 Otober 2026, sekira pukul 12.00 Wita, tepat saat jam istirahat siswa. Kasus ini melibatkan siswa kelas 10, 11, hingga 12. Satu siswa kelas 10 dilaporkan menjadi korban pengeroyokan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Kota Gorontalo, Zulham Firmansyah, mengatakan persoalan tersebut bermula ketika korban mendatangi ruang kelas 11 untuk meminta uang donasi satu kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Setelah keluar dari ruangan, korban disusul seorang siswa kelas 11. Dari situlah perselisihan mulai terjadi.
Menurut Zulham, persoalan awalnya diduga dipicu oleh mimik wajah korban yang dianggap menunjukkan sikap meremehkan.
"Kejadian ini karena mimik wajah korban, mungkin raut mukanya itu dianggap pandang enteng oleh kakak kelasnya. Jadi pemicunya dari situ, akhirnya terjadi perkelahian," kata Zulham saat dikonfirmasi, Selasa, 20 Oktober 2026.
Awalnya, perkelahian itu disebut hanya melibatkan korban dan seorang siswa kelas 11. Namun, situasi kemudian membesar hingga melibatkan sejumlah siswa lainnya.
Masalah yang bermula dari persoalan antarsiswa itu akhirnya berkembang menjadi dugaan pengeroyokan. Korban disebut hanya seorang diri, sedangkan jumlah orang yang teridentifikasi dalam peristiwa tersebut mencapai 21 orang.
Meski begitu, Zulham menegaskan pihak sekolah masih melakukan identifikasi untuk memastikan siapa saja yang terlibat sebagai pelaku maupun saksi.
"Jumlahnya, dari identifikasi masih 21 orang. Tapi kami belum mengidentifikasi berapa jumlah pelaku dan saksi. Tapi secara keseluruhan ada 21 orang, korbannya satu orang," tegas Zulham.
Dengan demikian, angka 21 orang tersebut belum bisa serta-merta disebut sebagai jumlah pelaku pengeroyokan. Pihak sekolah masih perlu memastikan peran masing-masing siswa dalam peristiwa itu.
Kasus dugaan pengeroyokan tersebut kini telah dilaporkan ke Mapolsek Kota Timur untuk ditindaklanjuti.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan kecil antarsiswa bisa berkembang menjadi masalah serius ketika berujung pada kekerasan. Apalagi, kejadian tersebut berlangsung di lingkungan sekolah, tempat siswa semestinya merasa aman untuk belajar.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.