Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo memanfaatkan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sekaligus memperkuat digitalisasi pelaku UMKM.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Kalau selama ini Hari Keluarga Nasional (Harganas) identik dengan urusan penyuluhan keluarga dan program kependudukan, tahun ini suasananya dibuat sedikit berbeda.
BKKBN Provinsi Gorontalo menggandeng Bank Indonesia (BI) Gorontalo menghadirkan BAHAGIA QRISFest, sebuah acara yang memadukan semangat Harganas ke-33 dengan digitalisasi transaksi dan pemberdayaan UMKM kuliner.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Tenny Calvenny Soriton, mengatakan kegiatan bertajuk "Bersama Keluarga, Transaksi Praktis, Kuliner Berdaya" itu merupakan hasil kolaborasi antara QRIS Jelajah Indonesia dan peringatan Harganas tingkat Provinsi Gorontalo.
Dalam sambutannya, Tenny menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Gorontalo, unsur Forkopimda, pimpinan lembaga, hingga seluruh tamu undangan yang hadir memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Namun, ada satu pesan yang menjadi sorotan dalam Harganas tahun ini. Temanya berbunyi "Ayah Wajib Hadir".
Menurut Tenny, tema tersebut bukan sekadar slogan yang enak dipasang di spanduk. Pesannya jelas, yaitu membangun keluarga bukan pekerjaan ibu seorang. Ayah juga harus hadir, bukan cuma ketika sesi foto keluarga atau saat membagikan uang jajan.
"Yang dimaksud hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Ayah diharapkan menjadi pendidik, pelindung, teladan, sekaligus sahabat bagi anak-anaknya," ujar Tenny pada pembukaan BAHAGIA QRISFest, berlangsung di GOR David Tony, Jumat, 17 Juli 2026.
Tenny juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten dan kota yang menerbitkan surat edaran maupun kampanye melalui berbagai media terkait Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Menurutnya, gerakan tersebut berhasil dilaksanakan di seluruh daerah di Gorontalo dengan capaian mencapai 100 persen.
Di sisi lain, Tenny menilai kolaborasi bersama BI Gorontalo itu menunjukkan bahwa membangun keluarga tidak cukup hanya mengandalkan satu lembaga. Dibutuhkan juga kerja sama lintas sektor agar keluarga semakin tangguh, sekaligus memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik.
Karena itu, festival kuliner yang menjadi bagian dari kegiatan ini bukan sekadar ajang berburu makanan.
Festival tersebut juga menjadi panggung bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Apalagi, transaksi selama festival didorong menggunakan QRIS sehingga masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.
"Bukan hanya membangun karakter keluarga, tetapi juga mendorong keluarga menjadi lebih produktif dan mampu mengikuti perkembangan teknologi digital," kata Tenny.
Melalui rangkaian Harganas ke-33 ini, BKKBN berharap masyarakat tidak hanya memperoleh edukasi mengenai pengasuhan dan kesehatan keluarga, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.