Di balik tembok Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, peringatan Hari Kartini tak berlangsung sunyi. Tawa, tarian, dan nyanyian justru menghidupkan suasana, menghadirkan sejenak rasa bebas bagi para warga binaan yang ikut merayakan semangat Kartini dengan cara mereka sendiri.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Kalau ada yang mengira peringatan Hari Kartini di balik jeruji itu bakal terasa kaku dan formalitas, mungkin mereka belum pernah mampir ke Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo.
Di sana, Selasa, 21 April 2026, suasana justru jauh dari kata muram, lebih mirip acara kumpul-kumpul yang penuh tawa.
Sejak pagi, para petugas dan warga binaan sudah sibuk mempersiapkan berbagai kegiatan. Mulai dari lomba-lomba santai, penampilan seni, sampai sosialisasi kesehatan soal kanker serviks. Kombinasi yang mungkin terdengar tidak biasa, tapi justru bikin acara terasa hidup.
Menariknya, perayaan ini juga melibatkan ibu-ibu dari Garnita Malahayati Provinsi Gorontalo. Organisasi sayap perempuan itu sengaja memilih lapas sebagai tempat merayakan Hari Kartini, bukan di hotel atau aula mewah, tapi di tempat yang sering luput dari perhatian.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Elang Kartini, bilang kegiatan ini memang bagian dari kolaborasi dengan pihak luar.
"Ini permintaan dari Garnita, sekaligus jadi momen bagi warga binaan untuk tampil dan berekspresi," ujarnya.
Dan benar saja, panggung sederhana di dalam lapas itu jadi ruang unjuk diri. Ada yang bernyanyi, bahkan membawakan lagu ciptaan sendiri, adapula yang menari, sampai dance yang bikin suasana makin cair. Bukan sekadar hiburan, tapi juga hasil dari program pembinaan yang selama ini dijalankan.
Di balik semua itu, ada pesan yang coba dijaga, yaitu semangat Kartini tidak berhenti di luar tembok lapas. Justru di dalam sini, semangat itu coba diterjemahkan lewat pendidikan dan peningkatan keterampilan.
Salah satunya melalui program PKBM yang memberi kesempatan warga binaan tetap belajar.
"Artinya, walaupun berada di dalam lapas, mereka tetap bisa meningkatkan pengetahuan dan kapasitas diri," kata Kartini.
Bagi para warga binaan, momen seperti ini jelas bukan hal sepele. Hendriti Saleh, salah satu dari mereka, mengaku senang dengan kegiatan yang rutin digelar tiap Hari Kartini.
"Di sini kalau Hari Kartini pasti ada kegiatan. Jadi kami juga bisa ikut merasakan makna perjuangannya," tutup Hendriti.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.