Memperingati Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia, Kementerian Hukum (Kemenkum) wilayah Gorontalo membuka layanan pendaftaran dan konsultasi hak cipta di kawasan Car Free Day.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Minggu pagi biasanya identik dengan jalan santai, jajan, atau sekadar pamer outfit di Car Free Day. Tapi kali ini agak beda. Di kawasan Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo warga bukan cuma diajak lari 5K, tapi juga sekalian diingatkan kalau karya mereka itu ada harganya dan harus dilindungi.
Melalui Hari KI Sedunia, Kemenkum Gorontalo bikin acara yang lumayan niat, yaitu Fun Run 5K dipadukan dengan Mobile Intellectual Property Clinic.
Jadi habis ngos-ngosan lari, peserta Fun Run bisa langsung konsultasi soal merek, hak cipta, sampai paten.
Acara dimulai sejak pagi buta, sekitar pukul 06.00 Wita dengan pelepasan peserta oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Gorontalo, Raymond J.H. Takasenseran.
Ribuan peserta ikut meramaikan, seolah ingin membuktikan kalau lari pagi bisa sekalian jadi ajang melek hukum.
Tema yang diangkat juga cukup ambisius, yakni kekayaan intelektual dan olahraga. Kedengarannya memang agak jauh, tapi pesannya sederhana, semangat inovasi itu harus terus bergerak, tak boleh diam di tempat.
Menariknya, di tengah keramaian CFD, kegiatan ini juga tersambung dengan agenda nasional. Lewat layar zoom, peserta ikut dialog interaktif bareng Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas.
Di sela-sela acara, Raymond menekankan kalau kegiatan ini bukan cuma soal olahraga. Ada misi yang lebih serius, yaitu mendekatkan layanan kekayaan intelektual ke masyarakat yang biasanya mungkin malas datang ke kantor.
"Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga mendekatkan layanan kekayaan intelektual kepada masyarakat. Sejalan dengan arahan Menteri Hukum dalam dialog interaktif tadi, kita ingin memastikan bahwa inovasi dan karya kreatif masyarakat Gorontalo mendapatkan perlindungan hukum maksimal," ujar Raymond.
Layanan yang dibuka oleh Kemenkum Gorontalo itu cukup lengkap. Warga bisa tanya langsung soal pendaftaran merek, hak cipta, sampai desain industri.
Bahkan, ada pendampingan langsung buat yang mau daftar. Jadi tidak ada alasan lagi untuk bilang ribet.
Tak ketinggalan juga produk-produk unggulan Gorontalo yang dipamerkan lewat indikasi geografis. Semacam pengingat halus kalau produk lokal itu punya identitas dan itu bisa dilindungi secara hukum.
Biar tak terlalu serius, panitia juga menyisipkan doorprize dan refreshment. Jadi, selain pulang dengan badan capek, ada kemungkinan juga pulang dengan hadiah atau minimal pengetahuan baru.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.