Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81 dirayakan dengan cara yang tak biasa di Kabupaten Gorontalo. Delapan wisatawan asal Jerman dan Prancis ikut lomba 17-an bersama warga, termasuk balap karung dan rampas kursi di Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru.
***
BERINTI.ID, Kabupaten Gorontalo — Hari Kemerdekaan Indonesia rupanya punya cara sendiri untuk menyatukan manusia. Bahkan ketika bahasa, negara, dan kebiasaan berbeda, lomba 17-an tetap bisa menjadi bahasa bersama.
Hal itu terjadi di Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Senin, 17 Agustus 2026. Delapan wisatawan asing yang sedang menginap di Harry & Mimin Home Stay ikut nimbrung dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia bersama warga setempat.
Delapan wisatawan tersebut terdiri dari enam warga Jerman dan dua warga Prancis. Mereka baru beberapa hari tinggal di homestay milik Mukmin Badu, atau yang akrab disapa Mimin.
Karena kedatangannya bertepatan dengan 17 Agustus, Mimin pun mengajak mereka ikut merasakan kemeriahan lomba kemerdekaan. Ternyata ajakan itu disambut dengan antusias.
"Jadi saat tadi pagi kami ngobrol tentang kegiatan hari ini, kami bilang ada lomba untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Mereka langsung excited dan mau ikut," kata Mimin saat dikonfirmasi.
Soal hadiah, para bule itu sebenarnya tidak terlalu ambil pusing. Sebab, hadiah lomba memang diperuntukkan bagi anak-anak. Mereka datang bukan untuk membawa pulang hadiah, melainkan membawa pulang pengalaman.
Beberapa wisatawan asing itu ikut bersaing dalam sejumlah permainan. Mulai dari lomba balap karung, rampas kursi, hingga permainan lainnya. Bahkan, seorang wisatawan asal Jerman bernama Laura berhasil menjadi juara dalam lomba balap karung dan rampas kursi.
Bagi Laura, lomba 17-an adalah sesuatu yang baru. Bukan cuma permainannya yang menarik, tetapi juga suasana ketika ia harus bermain bersama warga lokal.
“I'm from Germany. I played here today, it was really funny, and I enjoyed it. Everyone was really nice and the games were really funny. It was great (Saya berasal dari Jerman. saya bermain di sini hari ini sangat menyenangkan, dan saya menikmatinya. Semuanya sangat ramah dan permainannya seru sekali. Pengalaman yang luar biasa," ujar Laura.
Ia juga mengatakan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan selama berada di Gorontalo. Ia juga baru pertama kali menyaksikan perayaan kemerdekaan Indonesia secara langsung.
“It's the first time for me seeing it like this, and it's beautiful (ini pertama kalinya aku melihatnya seperti ini, dan sungguh indah sekali," tambah Laura.
Tiga hari berada di Gorontalo, kata Laura, sudah cukup untuk membuatnya punya satu pengalaman yang kemungkinan sulit ia dapatkan jika hanya datang sebagai turis biasa.
Pengalaman serupa dirasakan Nina, wisatawan perempuan asal Jerman. Baginya, ikut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia bersama warga lokal adalah pengalaman pertama yang berkesan.
Menariknya, Nina menemukan satu hal yang membuat perbedaan budaya mendadak terasa tidak terlalu jauh yaitu permainan rampas kursi.
"And it's my first time to celebrate Independence Day in Indonesia, and it's been a great experience (Dan ini pertama kalinya saya merayakan Hari Kemerdekaan di Indonesia. Ini pengalaman yang sangat luar biasa)," tutur Nina.
Bermain bersama warga lokal, kata Nina, membuatnya menyadari bahwa perbedaan budaya tidak selalu berarti manusia harus berbeda dalam segala hal. Kadang-kadang, kesamaan justru ditemukan lewat hal sederhana, seperti berebut kursi sambil mengikuti musik.
Nina juga mengaku terkesan dengan keramahan warga Gorontalo. Padahal, waktu mereka berada di daerah ini terbilang singkat.
Bagi Nina, satu hari tambahan di Gorontalo mungkin belum cukup untuk mengenal seluruh daerah ini. Namun setidaknya, ada satu hal yang sudah berhasil dibawa pulang, yaitu kenangan tentang warga lokal yang ramah dan sebuah perayaan kemerdekaan yang tidak hanya menjadi milik orang Indonesia.
"Doing all these games together with the local people makes me realize that even though the cultures are very different, we still have a lot of things in common. So, the musical chair game is the same in Germany, for example, and it's a lot of fun just to share this experience with my family here (Bermain semua permainan ini bersama warga lokal membuat saya sadar bahwa meskipun budaya kita sangat berbeda, kita tetap memiliki banyak kesamaan. Misalnya, permainan kursi musik itu sama juga di Jerman. Sungguh menyenangkan bisa berbagi momen ini bersama keluarga saya di sini)," tutup Nina.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.