Momen perayaan Hari Raya Ketupat di Gorontalo, warga mulai membuat dodol sebagai tradisi turun-temurun. Prosesnya memakan waktu cukup lama hingga delapan jam, dan hasilnya dibagikan secara cuma-cuma alias gratis kepada tamu yang datang.
***
BERINTI.ID, Kabupaten Gorontalo - Kalau kamu pikir Lebaran di Gorontalo cuma soal ketupat dan silaturahmi biasa, tunggu dulu. Di Desa Kaliyoso, Kecamatan Dungaliyo, ada satu “ritual” yang diam-diam jadi pusat perhatian, yaitu masak dodol berjam-jam, cuma buat dibagi-bagi gratis.
Iya, gratis. Tanpa label harga, tanpa struk, dan tanpa QRIS.
Hari Raya Ketupat di Gorontalo justru lebih meriah daripada Idulfitri, di sini warga mulai sibuk di dapur. Bukan masak sebentar lalu selesai, tapi adu kuat ngaduk dodol sampai delapan jam.
Hal itu dikatakan Rasyid Patamani, salah satu warga yang sudah mulai dari beberapa hari sebelumnya membuat dodol.
Rasyid menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk dodol itu tidak terlalu ribet. Hanya beras ketan yang digiling, santan kelapa, gula merah. Kalau mau agak fancy, tinggal tambah kacang atau durian.
"Untuk dodol ini, biasanya memang sudah mulai dibuat beberapa hari sebelum Hari Raya Ketupat, karena proses pembuatannya itu lama, belum lagi tetangga yang mesan," kata Rasyid.
Masalahnya, bikin dodol itu bukan pekerjaan santai sambil scroll HP. Prosesnya harus diaduk terus selama delapan jam. Tanpa jeda. Tanpa kompromi.
"Kalau berhenti, pasti hangus," lanjut Rasyid singkat.
Sekali produksi, Rasyid bisa bikin sekitar 40 kilogram dodol. Kalau dibungkus ukuran standar, bisa jadi 400 sampai 500 bungkus. Kalau ukuran mini ala oleh-oleh bandara, bisa lebih banyak lagi. Dan semuanya itu dibagikan secara gratis.
Untuk hidangan dodol ini, kata Rasyid, biasanya tersedia di saat open house yang dimulai malam hari setelah Isya dan adapula di siang hari. Tamu datang, makan, ngobrol, lalu pulang sambil bawa dodol sebagai oleh-oleh. Siklus yang sederhana, tapi entah kenapa terasa hangat.
Selain dodol, tentu ada ketupat dan nasi bulu. Tapi ya itu, dodol tetap punya tempat spesial, mungkin karena prosesnya yang nggak main-main.
"Kalau di Hari Raya Ketupat itu paling banyak diincar itu dodol dan nasi bulu," tutup Rasyid.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.