Sebuah surat yang mengatasnamakan Gubernur Gorontalo tentang penetapan hari libur khusus untuk menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina beredar luas di berbagai grup WhatsApp. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo memastikan surat tersebut palsu atau hoaks dan tidak pernah diterbitkan secara resmi.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Kalau Anda sempat bersorak karena membaca kabar Pemprov Gorontalo meliburkan ASN dan pegawai untuk menonton final Piala Dunia 2026, ada baiknya urungkan dulu rencana rebahan sambil menyiapkan camilan.
Soalnya, surat edaran yang sejak Minggu, 19 Juli 2026, beredar liar di berbagai grup WhatsApp itu dipastikan bukan keluaran resmi Pemprov Gorontalo. Dengan kata lain itu adalah hoaks.
Surat tersebut tampil cukup meyakinkan. Lengkap dengan kop surat Gubernur Gorontalo, nomor surat 003/14869/SET, hingga tanda tangan gubernur.
Isinya pun terdengar menggiurkan, yakni menetapkan Senin, 20 Juli 2026 sebagai hari libur khusus agar masyarakat bisa menonton partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina.
Sayangnya, tampilannya yang rapi tak membuat isinya otomatis benar.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, langsung membantah keaslian surat yang telanjur beredar itu.
"Pemprov tidak pernah mengeluarkan surat seperti ini," kata Budiyanto dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu, 19 Juli 2026.
Artinya, tidak ada keputusan resmi dari Pemprov Gorontalo yang menetapkan hari libur demi menonton final Piala Dunia.
Penjelasan yang sama juga datang dari Juru Bicara Gubernur Gorontalo, Noval Abdussamad.
Menurutnya, surat tersebut merupakan informasi palsu yang diduga hasil editan digital, bahkan kemungkinan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Yang menarik, kata Noval, modus seperti ini ternyata bukan kali pertama muncul. Sebelumnya, surat dengan format dan narasi serupa juga sempat beredar di Papua.
"Pemprov Gorontalo tidak pernah membahas soal hari libur nonton Piala Dunia 2026, ini hoaks, dan diduga editan karena di Papua juga begitu," tegas Noval.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa dokumen yang tampak resmi belum tentu benar-benar resmi. Apalagi sekarang, membuat surat yang terlihat autentik bukan lagi perkara sulit.
Teknologi AI dan aplikasi penyunting gambar membuat siapa saja bisa menghasilkan dokumen yang sekilas tampak meyakinkan.
Karena itu, Pemprov Gorontalo mengimbau masyarakat agar tidak buru-buru mempercayai informasi yang berseliweran di media sosial atau grup WhatsApp.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.