Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gorontalo akhirnya buka suara soal insiden di RS Sitti Khadijah. IDI mengecam dugaan kekerasan dan meminta proses hukum berjalan objektif.
***
BERINTI.ID, Gorontalo — Rumah sakit semestinya menjadi tempat orang mencari pertolongan. Bukan tempat dokter bekerja sambil waswas, apalagi lokasi ketika persoalan pelayanan kesehatan berubah menjadi dugaan pengancaman, kekerasan, atau perusakan.
Insiden yang terjadi di RS Sitti Khadijah Gorontalo dalam rangkaian pelayanan seorang pasien anak kini mendapat perhatian dari IDI Gorontalo.
IDI Gorontalo menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Organisasi profesi dokter itu juga meminta persoalan yang terjadi diproses melalui jalur hukum, tanpa mengabaikan prinsip bahwa seseorang tetap harus dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan setelah rapat pengurus, IDI Gorontalo menyebut informasi awal yang diterima berkaitan dengan dugaan pengancaman, kekerasan, dan atau perusakan di lingkungan rumah sakit.
Dengan begitu, IDI menyampaikan sembilan sikap atas insiden RS Sitti Khadijah Gorontalo tersebut.
"Izinkan kami membacakan pernyataan sikap yang sudah kami bicarakan lewat rapat dengan teman-teman pengurus," ujar Ketua IDI Gorontalo, dr. Muhammad Isman Jusuf.
Pertama, IDI mengecam keras segala bentuk pengancaman, intimidasi, kekerasan, maupun perusakan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Sebab, kalau setiap ketidakpuasan terhadap pelayanan kesehatan diselesaikan dengan ancaman atau kekerasan, rumah sakit bukan lagi sekadar menghadapi persoalan komunikasi. Ada persoalan keamanan yang ikut dipertaruhkan.
Kedua, IDI Gorontalo menyatakan dukungan dan pendampingan terhadap dokter yang menjadi korban dalam menjalankan tugas profesinya sesuai standar dan etika.
Ketiga, IDI meminta manajemen rumah sakit memberikan perlindungan serta bantuan hukum kepada seluruh petugas yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Keempat, IDI mendukung proses hukum yang profesional dan objektif terhadap pihak yang diduga melakukan tindak kekerasan.
Namun, dukungan terhadap proses hukum itu disertai catatan penting: IDI tidak ingin mendahului proses peradilan dengan menyatakan seseorang bersalah sebelum adanya keputusan pengadilan.
Dengan kata lain, proses hukum tetap harus berjalan, tetapi praduga tak bersalah juga tetap harus dijaga.
IDI Minta Pelayanan Pasien dan Rujukan Dievaluasi
Menariknya, pernyataan IDI tidak hanya berbicara mengenai perlindungan dokter dan tenaga kesehatan.
IDI Gorontalo juga meminta rumah sakit melakukan audit atau evaluasi internal secara menyeluruh terhadap pelayanan pasien serta proses rujukan yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Evaluasi itu penting untuk memastikan persoalan tidak berhenti pada siapa yang melakukan kesalahan atau siapa yang harus diproses secara hukum.
Sebab, dalam pelayanan kesehatan, komunikasi antara pasien, keluarga, dokter, rumah sakit, dan pihak penjamin juga menjadi bagian penting dari keselamatan pasien.
IDI juga meminta BPJS Kesehatan melakukan klarifikasi dan verifikasi secara objektif mengenai status penjaminan pasien.
Menurut IDI, persoalan administrasi penjaminan jangan sampai menjadi hambatan terhadap pelayanan yang secara medis memang diperlukan pasien.
Di titik ini, IDI seolah mengingatkan bahwa keselamatan pasien tidak boleh kalah oleh keruwetan administrasi.
Rumah Sakit Diminta Jadi Tempat yang Aman
IDI Wilayah Gorontalo selanjutnya meminta seluruh rumah sakit di Provinsi Gorontalo meningkatkan sistem keamanan dan perlindungan.
Perlindungan itu bukan hanya untuk dokter dan tenaga kesehatan, tetapi juga pasien serta seluruh petugas rumah sakit.
IDI juga mengimbau masyarakat Gorontalo agar menyampaikan keberatan atau keluhan terhadap pelayanan kesehatan melalui mekanisme yang sah dan bermartabat.
Jalur pengaduan, komunikasi, evaluasi, dan hukum tetap tersedia. Kekerasan bukan jalan pintas untuk menyelesaikan persoalan pelayanan kesehatan.
Pada akhirnya, IDI menegaskan satu hal yang cukup penting: keselamatan pasien dan keselamatan tenaga kesehatan bukan dua kepentingan yang saling bertentangan.
Keduanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.
IDI Wilayah Gorontalo berharap rumah sakit tetap menjadi tempat yang aman bagi masyarakat untuk mencari pertolongan.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.