TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Hulonthalo

Jangan Asal Berkendara! Operasi Patuh Otanaha 2026 di Gorontalo Sasar 11 Pelanggaran

$detailB['caption'] Apel gelar pasukan Operasi Patuh Otanaha 2026 berlangsung di Mapolda Gorontalo (Berinti.id/Husnul Puhi)

Operasi Patuh Otanaha 2026 resmi digelar di Gorontalo. Polisi menyasar 11 jenis pelanggaran lalu lintas, mulai dari penggunaan ponsel saat berkendara hingga melawan arus dan tidak menggunakan helm berstandar SNI.

***

BERINTI.ID, Gorontalo — Jalan raya bukan tempat untuk menguji kesabaran lampu merah, apalagi menguji keberuntungan dengan melawan arus. 
Mulai 26 Oktober - 8 November, pengendara di Gorontalo perlu lebih memperhatikan aturan lalu lintas karena Operasi Patuh Otanaha 2026 resmi digelar.

Operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan di Mapolda Gorontalo, Senin, 26 Oktober 2026. Polisi tak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga menggabungkan edukasi dan pencegahan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat saat berkendara.

Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”, Operasi Patuh Otanaha 2026 diarahkan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas.

Wakapolda Gorontalo, Brigjen Pol Dedy Suhartono, mengatakan operasi tersebut bertujuan mengajak masyarakat lebih tertib di jalan raya. Sebab, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar urusan menghindari tilang, melainkan juga menyangkut keselamatan diri sendiri dan orang lain.

"Penekanan dalam operasi ini untuk mengajak pengguna jalan agar tertib berlalu lintas, karena suatu negara yang tertib itu bisa dilihat dari ketertiban berlalu lintas," ungkap Dedy seusai apel gelar pasukan.

Untuk menjalankan Operasi Patuh Otanaha 2026, sedikitnya 300 personel operasional disiapkan. Mereka berasal dari Polda Gorontalo hingga jajaran polres.

Operasi ini juga melibatkan sejumlah instansi pemerintah, Jasa Raharja, serta TNI. Jumlah personel masih dapat ditambah apabila kebutuhan di lapangan mengharuskannya.

"Untuk personel itu yang operasional ya, tetapi nanti misal ada yang kurang bisa kami tambahkan," jelas Dedy.

Keterlibatan lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan pengguna jalan. Namun, pada akhirnya, tertib berlalu lintas tetap membutuhkan kesadaran setiap pengendara, bukan hanya kehadiran petugas di persimpangan jalan.

Dalam operasi tahun ini, polisi menyasar 11 jenis pelanggaran lalu lintas. Pengendara di Gorontalo perlu memperhatikan daftar berikut agar tidak mengabaikan aturan yang berlaku.

  • Menggunakan ponsel saat berkendara. Konsentrasi pengendara seharusnya tertuju pada jalan, bukan layar telepon.
  • Tidak menggunakan sabuk pengaman. Ketentuan ini berlaku bagi pengemudi dan penumpang kendaraan yang diwajibkan menggunakannya.
  • Tidak menggunakan helm berstandar SNI. Pengendara sepeda motor wajib memperhatikan standar keselamatan helm.
  • Melanggar marka jalan dan rambu lalu lintas. Marka dan rambu bukan sekadar pelengkap jalan, melainkan petunjuk yang harus dipatuhi.
  • Menerobos lampu merah. Terburu-buru bukan alasan untuk mengabaikan lampu lalu lintas.
  • Melawan arus. Mengambil jalur berlawanan dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
  • Melebihi batas kecepatan. Berkendara perlu menyesuaikan batas kecepatan dan kondisi jalan.
  • Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor. Pengendara sepeda motor harus mematuhi ketentuan jumlah penumpang.
  • Menerobos jalur busway. Jalur yang diperuntukkan bagi kendaraan tertentu tidak boleh digunakan sembarangan.
  • Parkir di trotoar. Trotoar merupakan ruang bagi pejalan kaki, bukan tempat parkir alternatif.
  • Menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau pelat nomor yang tidak sesuai ketentuan. Identitas kendaraan harus dipasang dan digunakan sesuai aturan.

Dedy mengingatkan masyarakat agar menghindari berbagai pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. 

Menurut dia, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas perlu menjadi perhatian bersama selama operasi berlangsung maupun setelahnya.

"Yang terpenting itu hindari berbagai potensi pelanggaran, ini demi menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya," tutup Dedy.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp