Lapak-lapak penjual sapi kurban di Gorontalo mulai sibuk. Warga perlahan berdatangan, ada yang sekadar melihat-lihat, ada juga yang langsung memilih sapi incaran sebelum kehabisan di kandang. Ini tanda hari raya Idul Adha sudah dekat.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Menjelang Hari Raya Idul Adha, lapak penjualan hewan kurban di Gorontalo mulai ramai dikunjungi warga.
Deretan sapi yang diikat di bawah terik matahari perlahan mulai berkurang, tanda para pembeli sudah mulai berburu hewan kurban lebih awal.
Salah satu penjual hewan kurban di Gorontalo, Fendri Mahful mengaku baru sekitar lima hingga enam hari membuka lapaknya tahun ini. Meski begitu, puluhan sapi sudah berhasil terjual.
"Total sapi yang saya jual tahun ini sekitar 70-an ekor. Yang masih ada di lapak sekarang tinggal sekitar 50 ekor karena sebagian sudah dibeli," ujar Fendri saat ditemui di lapaknya yang berlokasi di kawasan Patung Langga, Kota Goronralo, Senin, 11 Mei 2026.
Fendri mengatakan sebagian besar sapi yang dijualnya sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Bahkan, pembelian sapi dari para peternak dilakukan sekitar tiga bulan sebelum Idul Adha.
Setelah dibeli, sapi-sapi tersebut terlebih dahulu dirawat sebelum akhirnya dibawa ke lapak penjualan mendekati hari raya kurban.
"Biasanya memang sudah saya siapkan dari jauh hari. Jadi sebelum saya jual, sapinya saya rawat dulu supaya kondisinya bagus," kata Fendri.
Menurut dia, pembeli biasanya mulai ramai datang sekitar dua hingga tiga minggu menjelang Idul Adha. Mereka mencari berbagai jenis sapi dengan ukuran dan harga yang berbeda-beda.
Sementara di lapaknya, harga sapi kurban dijual mulai dari Rp7,5 juta hingga Rp25 juta. Jenisnya pun beragam, mulai dari sapi Bali, sapi peranakan, hingga sapi limosin dan peranakan limosin.
Namun dari semua jenis yang tersedia, sapi Bali masih menjadi pilihan favorit masyarakat.
"Yang paling banyak dicari itu biasanya sapi Bali," tuturnya singkat.
Fendri sendiri mengaku sudah mulai berjualan hewan kurban di lapak tersebut sejak 2022. Setiap tahun, pola pembeli menurutnya hampir sama. Ada yang memilih menitipkan sapi yang sudah dibeli hingga mendekati hari pemotongan, ada juga yang langsung meminta sapi diantar ke rumah untuk dipelihara sendiri.
Biasanya, sapi yang dititipkan baru akan diantar satu atau dua hari sebelum Idul Adha. Sementara pembeli yang ingin merawat sendiri hewan kurbannya, akan langsung dilayani pengantaran ke lokasi tujuan.
Menariknya lagi, seluruh layanan tambahan itu tidak akan dikenakan biaya lagi.
"Kalau di tempat saya, biaya perawatan maupun pengantaran sudah termasuk harga sapi. Jadi tidak ada tambahan biaya lagi," tukasnya.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.