Nama AKP Atmal Fauzi mendadak jadi bahan bisik-bisik jagat media sosial. Kabag Ops Polres Bone Bolango itu dituding melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan. Tuduhan yang beredar luas tersebut langsung ia bantah mentah-mentah, menyebutnya sebagai fitnah belaka.
BERINTI.ID, Gorontalo - Seorang pejabat utama di Polres Bone Bolango, AKP Atmal Fauzi, dituding melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan di dalam mobil.
Tudingan tersebut beredar luas melalui media sosial dan langsung dibantah oleh yang bersangkutan.
Nama AKP Atmal Fauzi, yang menjabat Kepala Bagian Operasi Polres Bone Bolango, muncul dalam unggahan akun Instagram @gtlo.karlota.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Atmal diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berinisial FDL dengan modus menawarkan bantuan penyelesaian masalah hukum.
Akun tersebut menarasikan bahwa pertemuan antara Atmal dan perempuan itu berlangsung di dalam mobil.
Dalam unggahan yang sama, korban diminta duduk di kursi belakang kendaraan. Di lokasi itulah, Atmal dituding melakukan tindakan tidak senonoh terhadap korban.
Unggahan itu juga menyebutkan bahwa AKP Atmal telah diperiksa oleh Paminal Polda Gorontalo dan disebut mengakui perbuatannya.
Namun, hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang membenarkan klaim tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, AKP Atmal Fauzi membantah seluruh tuduhan yang beredar di media sosial. Ia menyebut informasi yang disampaikan akun tersebut sebagai tidak benar.
"Semua yang disampaikan oleh akun @gtlo.karlota adalah tuduhan yang tidak terbukti dan merupakan fitnah," kata Atmal saat ditemui di Mapolda Gorontalo, Kamis, 8 Januari 2026.
Atmal menegaskan dirinya siap mengikuti proses klarifikasi sesuai mekanisme yang berlaku di institusi kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polda Gorontalo terkait penanganan laporan atau pemeriksaan internal atas dugaan tersebut.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.