Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo mengungkap identitas 11 wisatawan asing yang menjadi penumpang speed boat yang hilang kontak di perairan antara Tojo Una-Una dan Marisa. Hingga Jumat, 24 Juli 2026, seluruh penumpang bersama dua kru kapal masih dalam pencarian, sementara asal negara para wisatawan belum dapat dipastikan.
***
BERINTI.ID, Gorontalo – Sedikit demi sedikit informasi soal speed boat yang hilang kontak di perairan antara Tojo Una-Una dan Marisa mulai terkuak.
Setelah memastikan operasi pencarian masih berlangsung, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo kini mengungkap identitas para penumpang yang berada di dalam kapal tersebut.
Kepala Kantor SAR Gorontalo, Heriyanto, mengatakan seluruh penumpang yang tercantum dalam manifes merupakan warga negara asing. Namun, hingga Jumat, 24 Juli 2026, pihaknya masih belum mengetahui asal negara masing-masing penumpang.
"Penumpang dari data manifes yang kami terima semuanya warga negara asing. Nama-namanya sudah kami dapatkan, tetapi negara asalnya masih belum diketahui," kata Heriyanto.
Berdasarkan data manifes yang diterima SAR Gorontalo, 11 wisatawan asing tersebut adalah Milan Kasik, Rani Permentier, Mathijs Sercu, Jelka Van Driesum, Hinke Van Deer, Roeland Van Driesum, Age Van Driesum, Matthias Prange, Celine Josette Menguy, Hector Fabio Prange, dan Ronny Josue Prange.
Selain para wisatawan, di dalam speed boat juga terdapat dua kru kapal, yakni Ferdiansyah sebagai kapten kapal dan Noval yang bertugas sebagai anak buah kapal (ABK).
Dengan demikian, total orang yang hilang kontak di laut mencapai 13 orang.
Meski identitas para penumpang sudah diketahui, penyebab hilangnya komunikasi dengan speed boat itu hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Tim SAR Gorontalo belum bisa memastikan apakah kapal mengalami kerusakan mesin, gangguan teknis lain, atau menghadapi kondisi darurat di tengah pelayaran.
"Sampai sekarang kami belum mengetahui penyebab hilang kontak tersebut. Apakah speed boat mengalami mati mesin atau ada kendala lain, itu masih belum bisa dipastikan," ujar Heriyanto.
Sementara itu, operasi pencarian direncanakan besok pagi, Sabtu, 25 Juli 2026 dengan melibatkan unsur SAR dan instansi terkait.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.