TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Kapal Terdampar di Laut Gorut, 1,9 Ton Sianida Ditemukan: Polisi Mulai Lacak Pemilik yang Melarikan Diri

$detailB['caption'] Sejumlah barang bukti sianida yang diamankan polisi dari kapal yang terdampar di laut Gorontalo Utara, ini diamankan di Dittahti Polda Gorontalo (Berinti.id/Husnul Puhi)

Warga belum sempat lama penasaran dengan kapal terdampar di laut, tak tahunya isinya malah bikin kening berkerut: 1,9 ton sianida, disamarkan pakai karung pupuk. Polisi kini kejar pemiliknya yang keburu menghilang, sementara publik cuma bisa bertanya, ini sebenarnya mau dipakai buat apa?

***

BERINTI.ID, Gorontalo Utara - Sebuah kapal tanpa awak terdampar di perairan Gorontalo Utara, membawa muatan yang tak biasa: puluhan karung berlabel pupuk, namun berisi zat mematikan. 

Di balik temuan itu, polisi mencium jejak distribusi bahan berbahaya yang diduga berlangsung di luar jalur resmi—sementara sosok yang disebut sebagai pemilik justru menghilang.

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Gorontalo mengamankan 39 karung bertuliskan “Atlas Super Gro 16-20-0” dari sebuah kapal jenis panboat yang ditemukan di perairan Laut Sulawesi, tepatnya di Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara. Masing-masing karung memiliki berat sekitar 50 kilogram.

Penemuan kapal tersebut berawal dari laporan Kepala Desa Motihelumo, Ismet Gobel, pada 13 April 2026. Kapal itu diketahui mengalami kerusakan mesin dan ditinggalkan oleh para awaknya.

Saat diamankan, polisi belum memastikan isi muatan. Namun hasil uji Laboratorium Forensik Polda Sulawesi Utara kemudian mengonfirmasi bahwa seluruh karung tersebut positif mengandung sianida.

"Dari hasil pengujian, dinyatakan positif sianida, dengan berat masing-masing sekitar 50 kilogram," kata Dirpolairud Polda Gorontalo, Kombes Pol Devy Firmansyah, dalam konferensi pers, Kamis, 23 April 2026.

Total muatan mencapai sekitar 1,9 ton, jumlah yang tak lazim untuk penggunaan legal tanpa pengawasan ketat. 

Sianida merupakan bahan kimia berbahaya yang penggunaannya diatur secara ketat, umumnya untuk industri tertentu seperti pertambangan.

Polisi menduga muatan tersebut terkait dengan aktivitas ilegal. Berdasarkan keterangan saksi, barang itu disebut milik seorang bernama Lexi Punu alias Ko’ Lexi. 

Lexi Punu diduga sempat mendatangi lokasi dan mengambil sebagian muatan menggunakan mobil pickup sebelum akhirnya menghilang.

"Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap pemilik serta empat awak kapal yang meninggalkan kapal tersebut," tutur Devy. 

Kasus ini mulai mengarah pada dugaan pelanggaran serius, mulai dari pengangkutan bahan berbahaya tanpa izin hingga indikasi perdagangan ilegal. 

Polisi mengaku telah mengantongi sedikitnya tiga alat bukti, termasuk hasil uji laboratorium, keterangan saksi, dan barang bukti di lokasi.

Namun pertanyaan kunci masih menggantung: untuk apa hampir dua ton sianida itu didatangkan, dan ke mana sebagian muatan yang telah lebih dulu dibawa?


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp