Kasus anggota polisi di Bone Bolango yang diduga menyetubuhi seorang mahasiswi diduga mandek. Kasusnya telah dilimpahkan ke Polda Gorontalo, tapi mentok di tahap penyelidikan. Korban alami trauma hingga putus kuliah.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Seorang mahasiswi di Kabupaten Bone Bolango diduga disetubuhi oleh polisi.
Kasus itu terungkap pada akhir bulan Mei 2025 lalu setelah p ihak keluarga korban melapor ke Polres Bone Bolango.
Saat dilaporkan, terduga pelaku polisi masih bertugas di Bone Bolango.
Namun, kini, terduga pelaku telah ditarik ke Polda Gorontalo untuk mendapar pembinaan. Kasus ini pun telah dilimpahkan ke Polda Gorontalo.
Sayangnya, keluarga korban menganggap kasus tersebut malah mandek. Prosesnya hanya sampai di tahap penyelidikan.
Yang paling disayangkan, terduga pelaku masih berkeliaran bebas, seakan-akan tidak memiliki kesalahan.
Paman korban, Haris Panto, mengatakan kasus ini telah berjalan tiga bulan sejak awal dilaporkan. Hal ini membuat keluarga sangat kecewa.
"Penanganan perkara ini sangat lamban. Sudah masuk bulan ketiga masih di tahap penyelidikan," kata Haris menjelaskan saat ditemui di Mapolda Gorontalo, pada Senin, 25 Agustus 2025.
Alasan Pelimpahan Kasus
Haris menjelaskan, alasan kasus ini dilimpahkan ke Polda Gorontalo karena banyaknya lotus kejadian.
"Pihak Polres Bone Bolango beralasan pelimpahan kasus ini dilakukan karena ada beberapa lokasi berbeda tempat terjadinya tindak pidana," jelas Haris.
Kendati demikian, keluarga korban telah menyerahkan semua barang bukti yang ada, hingga korban pun telah diperiksa.
Korban Alami Trauma hingga Putus Kuliah
Selain itu, Haris juga menjelaskan, atas kejadian ini, korban mengalami trauma berat hingga putus kuliah.
Korban diketahui, sedang menjalani studi S1 di Makassar. Namun, studinya terbengkalai, lantaran bujukan terduga pelaku.
Bahkan, korban saat ini hanya tinggal di rumah singgah karena tak mau melihat terduga pelaku yang tinggal 500 meter dari kediaman korban.
"Saat ini pelaku masih berkeliaran di sini dan seperti tidak merasa bersalah, padahal korban saat ini sedang mengalami trauma dan bahkan sudah putus kuliah," tutur Haris.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.