Kebakaran lahan di Desa Bondawuna, Bone Bolango, Gorontalo, berhasil dipadamkan setelah tim gabungan bekerja hingga Sabtu pagi. Penyebab kebakaran masih diselidiki.
***
BERINTI.ID, Bone Bolango — Api memang tidak punya kalender. Ketika orang sudah bersiap tidur, si jago merah di atas gunung Desa Bondawuna, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, justru masih sibuk membakar lahan.
Kebakaran lahan di kawasan tersebut pertama kali terlihat sekitar pukul 11.54 Wita, pada Jumat, 18 September 2026. Api membakar kawasan di atas gunung yang dipenuhi pepohonan, rumput liar, dan dedaunan kering.
Situasi ini kemudian membuat tim gabungan harus bekerja hingga Sabtu pagi. Personel Dit Samapta Polda Gorontalo turun bersama Damkar Kabupaten Bone Bolango, Polres Bone Bolango, Polsek Suwawa, PMI Provinsi Gorontalo, BPBD Provinsi Gorontalo, aparat desa, serta masyarakat.
Personel Dit Samapta Polda Gorontalo tiba di lokasi sekitar pukul 22.54 Wita setelah menerima permintaan bantuan dari Damkar Kabupaten Bone Bolango.
Dir Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti mengatakan tim gabungan langsung melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan untuk mencegah api merambat ke kawasan lain.
Namun, urusan dengan api rupanya belum selesai.
Sekitar pukul 00.27 Wita, titik api kembali terlihat di bagian puncak gunung. Masalahnya, lokasi tersebut belum bisa dijangkau petugas.
Alih-alih memaksakan diri, tim gabungan memilih melakukan pemantauan dan bersiaga di sekitar permukiman warga.
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi jika api bergerak turun dan mendekati rumah masyarakat.
Barulah sekitar pukul 03.55 Wita, titik api kembali bisa dijangkau. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan pada sejumlah titik yang masih memungkinkan untuk diakses.
Setelah seluruh titik api berhasil dikendalikan dan proses pendinginan selesai, penanganan kebakaran dinyatakan berakhir pada pukul 05.51 Wita, Sabtu, 19 September 2026, ketika matahari terbit.
Kombes Pol Satrya mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar.
Imbauan tersebut terdengar sederhana, tetapi di tengah lahan kering dan vegetasi yang mudah terbakar, puntung rokok atau api kecil bisa menjadi masalah yang jauh lebih besar.
Sementara itu, penyebab kebakaran lahan di Bondawuna ini masih dalam proses penyelidikan. Belum ada kesimpulan mengenai sumber api yang memicu kebakaran tersebut.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.