TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Kebakaran Lahan di Desa Lombongo Bone Bolango, Petugas Berjibaku Padamkan Api di Tebing Curam

$detailB['caption'] Sejumlah petugas berjibaku memadamkan api di kebakaran lahan gunung Desa Lombongo, KabupatenBone Bolango (Foto: Dit Samapta Polda Gorontalo)

Kebakaran lahan terjadi di wilayah pegunungan Desa Lombongo, Bone Bolango, Gorontalo. Lebih dari 90 personel gabungan berjibaku memadamkan api di medan yang curam.

***

BERINTI.ID, Bone Bolango — Senin siang mestinya menjadi waktu yang cukup tenang. Namun di atas gunung Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, justru ada api yang memilih bikin repot banyak orang.

Kebakaran lahan muncul di kawasan gunung tersebut pada Senin, 14 September 2026. Bukan cuma satu titik, api terpantau membakar lahan di beberapa lokasi hingga membuat tim gabungan harus berjibaku di medan yang jauh dari kata ramah.

Warga pertama kali melihat api sekitar pukul 12.15 Wita. Laporan itu kemudian diteruskan kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bone Bolango.

Masalahnya, memadamkan api di atas gunung jelas tidak sesederhana menyiram tanaman yang lupa disiram. Medan yang curam, akses jalan sempit, serta titik api yang meluas membuat petugas membutuhkan bantuan tambahan.

Sekira pukul 14.15 Wita, Damkar meminta bantuan satu unit mobil penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) milik Direktorat Samapta Polda Gorontalo.

Sebanyak 37 personel Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 Wita. 

Mereka langsung bergabung dengan Polsek Suwawa, Polres Bone Bolango, TNI, Damkar, BPBD, PMI, Balai PU, aparat desa, dan masyarakat untuk melakukan pemadaman.

Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, mengatakan petugas harus menghadapi medan yang cukup sulit. 

Kata Satrya, lokasi kebakaran berada di sisi tebing gunung dengan kondisi curam dan akses jalan yang sempit.

Situasi tersebut membuat mobilitas kendaraan taktis karhutla dan armada pemadam kebakaran menjadi terbatas.

"Proses pemadaman tidak mudah. Petugas harus berjibaku di tiga titik api berbeda dengan medan pinggir tebing gunung yang curam serta akses jalan yang sempit sehingga menghambat mobilitas Rantis Karhutla dan Damkar," kata Satrya.

Api di titik pertama berhasil dipadamkan pada pukul 18.45 Wita. Petugas kemudian bergeser ke titik kedua yang berhasil ditangani sekitar pukul 20.15 Wita.

Penanganan berlanjut ke titik berikutnya hingga akhirnya seluruh api berhasil dipadamkan pada pukul 23.15 Wita.

Kalau ada yang mengira urusannya selesai setelah api padam, ternyata belum. Tim gabungan masih melakukan pendinginan dan pemeriksaan akhir hingga sekitar pukul 00.00 Wita.

Hal tersebut untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Lahan Kering Jadi Bahan Bakar Api

Lahan yang terbakar berada di kawasan atas gunung dengan vegetasi berupa pohon jati, rumpun bambu, rumput liar, serta dedaunan kering.

Kondisi vegetasi tersebut membuat api memiliki cukup bahan untuk terus menjalar. Beruntung, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

Operasi pemadaman kebakaran lahan di Gunung Lombongo itu melibatkan lebih dari 90 personel gabungan.

Komposisinya terdiri atas 37 personel Dit Samapta, 25 personel Polres Bone Bolango, empat personel Polsek Suwawa, 12 personel Damkar, enam personel TNI, serta unsur PMI, BPBD, Balai PU, aparat desa, dan masyarakat sekitar.

Sejumlah kendaraan juga dikerahkan. Di antaranya satu unit Rantis Karhutla, satu unit AWC, satu unit truk Dalmas, satu unit D-Max Dit Samapta, satu unit D-Max Polsek, satu unit kendaraan Damkar, serta tiga mobil tangki air dari PMI, BPBD, dan Kementerian PU.

Satrya mengatakan seluruh rangkaian operasi berjalan aman dan lancar. Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menangani kebakaran tersebut.

"Ini bukti nyata Polri hadir dan solid bersama instansi terkait dalam membantu masyarakat," ujar Satrya.

Kebakaran lahan di Gunung Lombongo ini sekaligus menunjukkan bahwa api di kawasan pegunungan bukan perkara kecil. 

Ketika medan sudah curam dan akses kendaraan terbatas, pekerjaan yang tampak sederhana seperti memadamkan api bisa berubah menjadi operasi panjang yang melibatkan puluhan hingga lebih dari 90 orang.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp