TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Hulonthalo

Keluar Sejenak dari Rutinitas Lapas, 10 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo Ikut Kemah Satya Tunas

$detailB['caption'] 10 warga binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo (di bawah) mengikuti giat kepramukaan kemah satya tunas di Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo (Foto: Humas Lapas Kelas IIA Gorontalo)

Sebanyak 10 warga binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo mengikuti Kemah Satya Tunas di Bumi Perkemahan Bongo Hulawa, Kabupaten Gorontalo, selama enam hari. Ini untuk mengasah kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab melalui kegiatan kepramukaan.

***

BERINTI.ID, Gorontalo — Kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan memperbaiki diri bisa datang dari mana saja. Bagi 10 warga binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo, salah satu kesempatan itu hadir melalui kegiatan Kemah Satya Tunas di Bumi Perkemahan Bongo Hulawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu, 28 Oktober 2026.

Selama enam hari, mereka akan mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, membangun kemandirian, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan.

Bagi para peserta, perkemahan ini bukan sekadar kegiatan di alam terbuka. Lebih dari itu, Kemah Satya Tunas menjadi ruang pembelajaran untuk mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan langkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Pembina Kepramukaan Lapas Kelas IIA Gorontalo, Irfan Hamim, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan mengembangkan karakter positif melalui pengalaman langsung.

"Selama enam hari para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk melatih kemampuan bekerja sama, membangun jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat gotong royong," ujar Irfan.

Menurut dia, keikutsertaan 10 warga binaan dalam Kemah Satya Tunas merupakan kesempatan berharga untuk belajar menghargai orang lain, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus melatih kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

"Perkemahan ini bukan sekadar kegiatan di alam terbuka, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun mental, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri," kata Irfan.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison, terus mendorong program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. 

Salah satunya melalui kegiatan kepramukaan yang memungkinkan peserta belajar dari pengalaman, berinteraksi dengan orang lain, dan mengembangkan kemampuan sosial.

Menurut Junaidi, pembinaan di dalam lapas tidak semestinya hanya berfokus pada kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan. Pembentukan karakter, penguatan mental, serta pengembangan keterampilan sosial juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Melalui Kemah Satya Tunas, nilai-nilai seperti tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, dan gotong royong diharapkan tidak berhenti sebagai materi kegiatan. Nilai tersebut perlu dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya berharap 10 warga binaan yang mengikuti perkemahan dapat menyerap nilai-nilai kepramukaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," tutur Junaidi.

Keikutsertaan warga binaan dalam kegiatan ini menjadi salah satu upaya pembinaan warga binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo untuk membuka ruang belajar yang lebih luas. 

Sebab, proses memperbaiki diri bukan hanya tentang menjalani masa pembinaan, tetapi juga tentang menyiapkan bekal untuk melangkah kembali ke masyarakat dengan sikap dan tanggung jawab yang lebih baik.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp