Kemarau panjang mulai menguras sumber air warga di Desa Isimu Utara dan Isimu Raya, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Saat debit sumur menyusut, personel Brimob Polda Gorontalo menyalurkan 10 ribu liter air bersih ke permukiman warga.
***
BERINTI.ID, Kabupaten Gorontalo — Kemarau kadang punya cara sendiri untuk mengingatkan manusia bahwa air bukan sekadar urusan keran. Ketika sumur mulai ngos-ngosan mengeluarkan air, aktivitas paling sederhana seperti mandi, mencuci, memasak, sampai minum mendadak menjadi perkara yang perlu dipikirkan.
Di tengah kondisi itu, Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Gorontalo datang membawa sesuatu yang sedang lebih berharga daripada janji, yaitu 10 ribu liter air bersih.
Air tersebut disalurkan kepada warga Desa Isimu Utara dan Desa Isimu Raya, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Selasa, 22 September 2026.
Sebanyak 12 personel Brimob dipimpin Ipda Thamrin Tente mendatangi permukiman warga menggunakan kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC). Bukan untuk membubarkan massa, melainkan kali ini untuk membagikan air.
Ada sembilan titik penyaluran yang didatangi. Sebagian besar berada di rumah-rumah warga. Distribusi berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 Wita dan menyasar sekitar 25 kepala keluarga.
Bagi orang yang airnya masih mengalir deras dari keran, angka 10.000 liter mungkin terdengar seperti sekadar angka dengan banyak nol.
Namun bagi warga yang sumurnya mulai kering, air sebanyak itu bisa berarti banyak hal: memasak, minum, mandi, mencuci, dan menjalani hari tanpa harus sibuk mencari sumber air ke tempat lain.
Masalahnya memang bukan sekadar sumur galian.
Sumur bor yang sebelumnya masih bisa digunakan dengan mesin pompa pun mulai kehilangan debit. Sumber air yang biasanya bisa diandalkan perlahan menyusut. Timba pun harus semakin dalam mencari sesuatu yang seharusnya menjadi kebutuhan paling dasar manusia.
Sejumlah warga penerima bantuan seperti Oma Jami, Pak Oka, Oma Salma, Ibu Mun, Ronal Ahmad, Ani, dan Fikal Poiyo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Brimob Polda Gorontalo.
Ipda Thamrin Tente mengatakan penyaluran air dilakukan sebagai bentuk kepedulian Brimob kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
"Di tengah kemarau panjang, banyak sumur warga mengalami penyusutan sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, kami berupaya hadir untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat," kata Thamrin.
Bantuan tersebut juga mendapat apresiasi dari pemerintah desa.
Robin Djafar, Kepala Dusun Dua Batu Putih yang hadir mewakili pemerintah desa, mengatakan bantuan air bersih cukup membantu warga yang sedang menghadapi kekeringan.
Ia berharap penyaluran air bisa terus dilakukan selama kemarau masih berlangsung.
"Bantuan air ini sangat membantu dan meringankan beban warga di tengah kekeringan," ujar Robin.
Kendaraan AWC biasanya lebih mudah dibayangkan dalam konteks tugas pengamanan. Kali ini, kendaraan tersebut punya pekerjaan yang lebih sederhana sekaligus penting, yakni mengantar air kepada warga.
Dansat Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol Danu Waspodo mengatakan tugas Brimob tidak hanya berkaitan dengan pengamanan. Menurut dia, personel juga harus hadir ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan.
"Brimob harus selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kemarau panjang," kata Danu.
Menurut Danu, air merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, ketika warga kesulitan mendapatkannya, Brimob berupaya membantu sesuai kemampuan yang dimiliki.
Ia juga mengatakan agar keberadaan Brimob tidak hanya terasa ketika ada pengamanan.
"Kami ingin kehadiran Brimob tidak hanya dirasakan ketika melaksanakan tugas pengamanan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kesulitan," tutup Danu.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.