Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Gorontalo menjadikan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII sebagai momentum untuk memperkuat ekonomi syariah dan digitalisasi keuangan daerah.
***
BERINTI.ID, Gorontalo - Ketika ribuan peserta PENAS KTNA XVII berkumpul di Gorontalo, yang datang bukan hanya para petani dan nelayan dari berbagai daerah. Ada juga harapan agar momentum nasional ini bisa membawa manfaat yang lebih panjang bagi ekonomi lokal.
Karena itulah KPwBI Gorontalo menghadirkan PESONA SERLIGO 2026, sebuah ajang yang memadukan penguatan ekonomi syariah, digitalisasi keuangan, hingga promosi budaya lokal dalam satu rangkaian kegiatan.
PESONA SERLIGO merupakan singkatan dari Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo dan Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo.
Nama yang cukup panjang, tetapi tujuannya cukup sederhana, yakni membantu pelaku UMKM Gorontalo agar semakin dikenal dan mampu berkembang di tengah perubahan zaman.
Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi BI Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Dekranasda, Kementerian Agama, hingga Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).
UMKM Lokal Dapat Ruang Lebih Besar
Di tengah penyelenggaraan PENAS KTNA XVII, PESONA SERLIGO hadir dengan konsep kampung kuliner halal dan panggung seni budaya Islami.
Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, kegiatan ini bukan sekadar tempat berjualan. Lebih dari itu, ada kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada tamu dari berbagai daerah sekaligus memperluas jaringan usaha.
Kepala KPwBI Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan PENAS harus menjadi momentum yang mampu mengangkat produk-produk lokal agar semakin dikenal secara luas.
Menurut dia, yang ingin ditonjolkan bukan hanya kualitas produk UMKM Gorontalo, tetapi juga bagaimana pelaku usaha tersebut mulai terhubung dengan ekosistem halal dan pembayaran digital yang semakin berkembang.
"PENAS KTNA XVII harus menjadi momentum bagi UMKM Gorontalo untuk dikenal secara luas, tidak hanya kualitas produknya, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem halal dan digital yang menunjukkan identitas budaya Gorontalo yang Islami dan modern," kata Bambang.
Dari QRIS hingga Tabligh Akbar
PESONA SERLIGO 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Limboto pada 19–22 Juni 2026 mengusung tema Akselerasi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah serta Perluasan Digitalisasi Keuangan untuk Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo yang Berkelanjutan.
Kalau diterjemahkan secara sederhana, acara ini ingin mempertemukan tiga hal yang kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat: usaha kecil, ekonomi syariah, dan transaksi digital.
Karena itu, berbagai kegiatan yang disiapkan tidak hanya berkutat pada pameran produk. Ada pula business matching untuk mempertemukan UMKM dengan calon pembeli maupun lembaga pembiayaan, talkshow ekonomi syariah dan ekonomi hijau, edukasi penggunaan QRIS, hingga kegiatan literasi keuangan.
Suasananya juga tidak dibuat terlalu serius. Masyarakat bisa menikmati berbagai pertunjukan seni, Senandung PESONA, hingga Tabligh Akbar yang menghadirkan dai dan artis religi nasional.
Pada akhirnya, PESONA SERLIGO bukan hanya soal empat hari kegiatan di Taman Budaya Limboto. Ada harapan yang lebih besar di baliknya, yaitu agar UMKM Gorontalo semakin siap bersaing, semakin akrab dengan teknologi pembayaran digital, dan semakin kuat dalam membangun usaha berbasis ekonomi syariah.
Sebab ketika tamu-tamu PENAS kembali ke daerah masing-masing nanti, yang diharapkan tertinggal bukan hanya kenangan tentang Gorontalo, melainkan juga cerita tentang produk lokal, kuliner halal, dan pelaku usaha yang terus tumbuh bersama perubahan zaman.
Husnul Puhi
Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.