TikTok Logo X Logo
Logo
Hulonthalo

Ketika Sapu dan Jas Hujan Ditukar Jadi Piagam Penghargaan di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo

$detailB['caption'] Dua sosok petugas kebersihan di Kota Gorontalo Hadidjah Igirisa (kiri) dan anaknya Zulkarnain Habi yang mampu tukar sapu dan jas hujan mereka jadi piagam penghargaan (Berinti.id/Husnul Puhi)

Terkadang, penghargaan tak lahir dari rapat panjang atau seremoni berlapis protokol. Justru muncul dari layar CCTV, hujan pagi, dan sapu yang terus bergerak meski badan sudah lelah.

***

BERINTI.ID, Kota Gorontalo - Pagi itu, Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 Wita, Kota Gorontalo masih diselimuti rintik hujan. 

Sebagian orang mungkin masih menarik selimut. Tapi di halaman Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, dua sosok terlihat sibuk menyapu. Seorang ibu dan anaknya.

Mereka berdua adalah Hadidjah Igirisa dan Zulkarnain Habi. Ibu dan anak yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan. 

Keduanya tak tahu, gerakan tangan mereka pagi itu sedang disaksikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, lewat kamera pengawas rumah dinas.

Hujan tak membuat mereka berhenti. Mantel hujan dipakai sekadarnya, sapu tetap digerakkan. Bagi Hadidjah, hujan bukan alasan untuk pulang. Sebab kalau tidak bekerja, dapur rumah tak akan mengepul.

"Memang dari pagi-pagi buta kami sudah turun bekerja. Ini sudah jadi tanggung jawab. Mau hujan atau tidak, tugas tetap tugas," kata Hadidjah usai diberikan penghargaan.

Hadidjah bukan petugas baru, ia sudah 28 tahun lamanya menyapu jalanan dan halaman Rudis Kota Gorontalo. 

Lebih menggetarkan lagi, empat hari sebelum kejadian itu, ia baru keluar dari rumah sakit. Usianya tak lagi muda, suaminya telah meninggal, dan ia membesarkan tiga anak. Tapi pagi itu, ia tetap berdiri di bawah hujan.

"Kalau saya tidak kerja, saya tidak ada gaji. Jadi mau tidak mau harus kerja," ujarnya singkat, tanpa drama.

Apa yang dilihat Adhan Dambea pagi itu bukan sekadar halaman bersih. Ia melihat dedikasi, dan rasa tanggung jawab, serta keteguhan yang ironisnya kadang sulit ditemukan di balik meja-meja empuk kantor.

Dedikasi itulah yang akhirnya ditukar jadi penghargaan. Wali Kota Gorontalo memberikan piagam kepada Hadidjah dan anaknya, bukan karena mereka viral, bukan karena mereka minta, tapi karena mereka konsisten dalam bekerja. 

Bagi Hadidjah, penghargaan itu bukan soal bingkai atau tanda tangan pejabat. Ia hanya merasa diperhatikan.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak Wali sudah memperhatikan kami sebagai petugas kebersihan," kata dia menutup wawancara. 

Di kota yang terus bergerak ini, kisah Hadidjah dan Zulkarnain mengingatkan satu hal sederhana. Kadang, yang paling setia menjaga wajah kota justru mereka yang bekerja sebelum matahari terbit dengan sapu, tanggung jawab dan keikhlasan.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp