TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Hulonthalo

Kisah Farzan Yasin dari MIT Al-Ishlah dan Muson Swimming Club yang Raih 2 Emas di Kejuaraan Bergengsi

$detailB['caption'] Farzan Umair Putra Yasin (tengah) saat menerima medali emas dan penghargaan di kompetisi Finswimming Gorontalo 2026 (Foto: Dokumentasi orang tua Farzan)

Farzan Umair Putra Yasin, siswa MIT Al-Ishlah Gorontalo dan atlet Muson Swimming Club, meraih dua medali emas Kejurprov Finswimming Gorontalo 2026.

***

BERINTI.ID, Gorontalo — Tidak semua anak berusia tujuh tahun sudah akrab dengan podium kejuaraan. Bagi Farzan Umair Putra Yasin, kolam renang perlahan menjadi ruang untuk belajar tentang keberanian, disiplin, dan arti sebuah perjuangan. 

Hasilnya, dua medali emas berhasil ia bawa pulang dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Finswimming Gorontalo 2026.

Siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Al-Ishlah Gorontalo itu meraih emas pada nomor 50 meter Bi-Fins Putra Under 7 dan 100 meter Bi-Fins Putra Under 7. 

Dalam kejuaraan yang diselenggarakan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Gorontalo tersebut, Farzan mewakili Pengurus Cabang (Pengcab) POSSI Kabupaten Gorontalo.

Prestasi atlet binaan Muson Swimming Club (MSC) ini menambah catatan perjalanannya di olahraga renang sirip atau finswimming. Namun, cerita Farzan tidak hanya tentang dua medali emas. Ada proses latihan, pengalaman dari sejumlah kompetisi, serta dukungan keluarga yang ikut mengiringi langkahnya.

Dua medali emas yang diraih Farzan bukanlah prestasi yang muncul begitu saja. Sebelum tampil di Kejurprov Finswimming Gorontalo 2026, ia telah mengikuti sejumlah kompetisi renang dan memperoleh pengalaman bertanding.

Pada Januari 2026, Farzan meraih medali perak dalam ajang renang se-Indonesia Timur yang diselenggarakan melalui Ketapang Swimming Club. Saat itu, ia turun pada nomor 50 meter gaya dada putra kategori pemula usia tujuh tahun ke bawah dengan catatan waktu satu menit 21 detik.

Pengalaman berikutnya datang dari Nusantara Swim Competition 2026 memperebutkan Piala Dankodaeral VIII di Kolam Renang Tirto Sagoro 09, Kairagi Weru, Manado, Sulawesi Utara, pada 28–30 Agustus 2026.

Bertanding pada kategori Pemula B usia 7–8 tahun, Farzan berhasil mengoleksi enam medali. Rinciannya, satu medali emas, empat perak, dan satu perunggu.

Kini, dua emas dari Kejurprov Finswimming Gorontalo 2026 menambah daftar prestasi atlet renang cilik tersebut. 

Dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya, Farzan mendapatkan kesempatan untuk mengenali suasana perlombaan, mengasah teknik, dan belajar menghadapi tantangan.

Bagi atlet seusianya, setiap pertandingan juga menjadi ruang belajar. Hasil perlombaan dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih, tanpa harus menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Pelatih Muson Bau menyambut positif keberhasilan Farzan meraih dua medali emas di Kejurprov Finswimming Gorontalo 2026. Ia bersyukur proses pembinaan yang dijalani atletnya membuahkan hasil dalam kompetisi tersebut.

"Alhamdulillah, kami bersyukur Farzan bisa meraih dua medali emas di Kejurprov Finswimming Gorontalo 2026. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuannya," ujar Muson.

Menurut Muson, pencapaian tersebut bukanlah akhir perjalanan Farzan. Atlet cilik itu masih perlu menjalani latihan secara konsisten, memperbaiki teknik renang, dan membangun mental bertanding secara bertahap.

Ia juga menekankan bahwa pembinaan atlet usia dini harus memperhatikan perkembangan anak. Target prestasi perlu diimbangi suasana latihan yang positif agar anak tetap menikmati olahraga yang ditekuninya.

Bagi Muson, keberhasilan atlet tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali. Keberanian mengikuti perlombaan, kedisiplinan menjalani latihan, kemampuan menerima arahan, dan perkembangan teknik juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan.

Ia berharap prestasi Farzan dapat menjadi dorongan untuk terus belajar dan berkembang sesuai usia serta kemampuannya.

Kebanggaan keluarga bahkan datang berlipat.  Sebagai ayah Farzan, Hendra Yasin bersyukur melihat anaknya mendapatkan pengalaman sekaligus membawa pulang medali dari kejuaraan tingkat provinsi.

Namun, Hendra mengingatkan bahwa keberhasilan anak tidak seharusnya hanya diukur dari kemenangan dalam perlombaan.

"Sebagai orang tua, tentu kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian anak-anak. Namun, bagi kami, yang paling penting bukan hanya medali, melainkan bagaimana mereka belajar disiplin, berani menghadapi tantangan, menghargai orang lain, dan tetap menikmati prosesnya," kata Hendra. 

Ia menegaskan, pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Aktivitas olahraga perlu berjalan seimbang dengan sekolah, kesehatan, pembentukan karakter, waktu istirahat, dan kesempatan bermain.

Hendra juga berharap anaknya yang banyak mengukir prestasi di lomba renang itu tidak terbebani tuntutan untuk selalu menang. 

Baginya, kesempatan untuk berlatih, bertanding, belajar dari hasil perlombaan, dan tumbuh dengan bahagia jauh lebih penting untuk perkembangan mereka dalam jangka panjang.

"Dukungan dari keluarga akan terus kami diberikan agar Farzan bisa mengembangkan bakat secara seimbang, tanpa mengesampingkan kebutuhan mereka sebagai anak-anak," tutup Hendra. 

Di usia tujuh tahun, Farzan masih memiliki perjalanan panjang. Dua medali emas itu bukan garis akhir, melainkan salah satu penanda bahwa ia sedang bertumbuh melalui olahraga yang dicintainya.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp