TikTok Logo X Logo
Logo ✖
Hulonthalo

Kondisi Siswa SMAN 1 Gorontalo Usai Diduga Dikeroyok 21 Senior, Bagian Kepala Alami Lebam

$detailB['caption'] Wakasek kesiswaan SMAN 1 Kota Gorontalo menjelaskan kondisi korban pengeroyokan yang mengalami lebam di bagian kepala hingga bagian telinga kiri (Berinti.id/Husnul Puhi)

Korban dugaan pengeroyokan 21 siswa SMAN 1 Kota Gorontalo mengalami lebam di kepala dan belakang telinga kiri. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

***

BERINTI.ID, Kota Gorontalo — Urusan mimik wajah yang dianggap kurang menyenangkan semestinya selesai dengan teguran, bukan pukulan. Namun, seorang siswa kelas X SMAN 1 Kota Gorontalo justru diduga menjadi korban pengeroyokan oleh kakak kelasnya hingga mengalami lebam di bagian kepala.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Kota Gorontalo, Zulham Firmansyah, mengungkapkan kondisi korban setelah dugaan pengeroyokan yang terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026 tersebut.

Menurut Zulham, korban mengalami lebam di bagian kepala, terutama di belakang telinga kiri hingga bagian belakang kepala. Korban juga mengeluhkan rasa sakit di bagian belakang tubuhnya, meski tidak ditemukan bekas luka di bagian tersebut.

"Kondisi korban itu mengalami lebam di bagian kepala dan belakang telinga kiri yang paling parah. Bagian belakang korban juga katanya sakit, tapi tidak ada bekas di situ," ungkap Zulham saat dikonfirmasi, Selasa, 20 Oktober 2026.

Meski mengalami lebam dan mengeluhkan rasa sakit, korban tidak menjalani rawat inap di rumah sakit. 

Namun begitu, orang tua korban juga membawa anaknya ke rumah sakit untuk menjalani visum setelah lebih dulu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Orang tuanya yang langsung ke Polsek dulu untuk melapor, setelah itu polisi meminta hasil visum dan dibawalah korban ke RS Multazam dan korban tidak dirawat di rumah sakit," jelas Zulham.

Dampak kejadian tersebut juga membuat korban belum kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Zulham mengatakan, korban masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi tubuhnya setelah mengalami lebam.

"Untuk sekarang korban tidak masuk sekolah, karena mungkin masih merasa sakit,” tutup Zulham.

Kasus ini menjadi perhatian karena korban merupakan siswa kelas X yang diduga dikeroyok oleh 21 siswa yang disebut sebagai kakak kelasnya. 

Dugaan pengeroyokan itu disebut bermula dari persoalan mimik wajah korban yang dianggap kurang menyenangkan oleh para seniornya.

Jika dugaan tersebut terbukti, persoalan yang bermula dari ekspresi wajah tentu menjadi ironi tersendiri. Sebab, perbedaan persepsi terhadap ekspresi seseorang tidak semestinya berujung pada kekerasan, terlebih di lingkungan pendidikan.

Orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Laporan itu kini menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan pengeroyokan yang melibatkan sejumlah siswa SMAN 1 Kota Gorontalo.


Mau dapatkan informasi terbaru yang menarik dari kami? Ikut WhatsApp Channel Berinti.id. Klik disini untuk gabung.

Foto Profil

Husnul Puhi

Berawal dari semangat menyuarakan kebenaran, Husnul Puhi terjun ke dunia jurnalistik sejak 2022 dan pernah berkarier di media nasional yang membentuk perspektifnya dalam menyampaikan informasi dan memperkuat tekadnya menjadi suara bagi publik.

×

Search

WhatsApp Icon Channel WhatsApp